Posted in sekolah

Montessori Intellegencies School, Bekasi

Di sebuah forum lagi rame2nya nih tentang sekolah ini..
Sekolah baru di Bekasi, menggunakan metode Montessori.
Saya penasaran. Walaupun nggak terlalu dekat dari rumah, kalau sekolahnya bagus kenapa nggak? πŸ™‚

Pertama tau sekolah ini dari teman saya. Dia memasang foto profil-nya di bbm dengan gambar iPad yang menayangkan cctv. Saya tanya,
“wah, itu gambar anakmu di sekolah yah?”
“iya, ada cctvnya. Jadi bisa lihatin dia terus sambil kerja”
Saya tanya lagi,
“apa nama sekolahnya?”
“MiS, di Galaxy. Sekolah baru”

Saya browsing dan cari info tentang sekolah tersebut. Buka websitenya, nggak tertarik. Sepertinya itu sekolah kecil. Saya rela Anelka sekolah agak jauh, kalau sekolahnya besar dan menurut saya layak.

Beberapa bulan berselang, saya buka2 forum sekolah Bekasi. Waaaah, kaget dengan respon ibu2 di sana. Semua excited sekali ingin menyekolahkan anaknya di sana. Ok, sepulang dari open house SVP saya menyempatkan mampir ke MIS. Ternyata sudah tutup.
Agak kaget sih lihat sekolahnya. Di ruko. Halaman parkir seadanya, langsung di pinggir jalan raya, agak berantakan sekali sekitarnya.. Hmmm

Besoknya, saya “laporan” di forum. Ada yang menjawab “iya, kalau lihat dari luar memang gak menarik. Tapi berbeda sekali lho dalamnya….” oke lah, saya akan sempatkan lagi lain hari..

Berapa hari kemudian, saya kembali ke sana.
Sampai di sana, meja resepsionis/ informasi kosong. Saya melihat seorang petugas sedang membantu melepaskan sepatu anak yang hendak naik tangga menuju ruang kelas. Kesan pertama saya, hmm sepertinya mereka kekurangan petugas.

Lalu, petugas tadi mendatangi saya, menjelaskan singkat tentang sekolah, dan mengajak saya berkeliling. Pertama, ia menjelaskan bahwa setiap anak akan dicek suhu badannya sebelum masuk ke area sekolah. Kalau demam, akan dipulangkan.
Di ruko itu, area bawah berisi: meja resepsionis, ruang tunggu untuk ibu2 dan layar2 tv yang menampilkan kamera cctv dari masing2 kelas. Tempat bermain indoor, ruang untuk baby gym, ruang kelas untuk level Babies Club, kamar mandi terbuka untuk anak.
Pada bagian belakang terdapat tempat main out door, rumah pohon, ruang montessori.

Naik ke lantai 2, kelas2 terdapat di sini. Kalau gak salah ada 3 ruang kelas dan 1 perpustakaan. Hmm agak sempit menurut saya.

Beberapa kekurangan, menurut saya..
1. Metode montessori mestinya tidak memisahkan ruang kelas. Namun anak memang diperbolehkan untuk memilih apa yang ingin dia pelajari. Tidak dijadwal 1 jam sehari misalnya.
2. Buku di perpustakaan masih sangat sedikit. Sekitar 15-20 buku. Hanya rak buku biasa. Dan tidak ada kegiatan wajib meminjam buku
3. ruang sekolah terlalu sempit, tidak leluasa untuk eksplorasi

Kelebihan yang jarang ada di sekolah lain:
1. Mempunyai akses cctv yang bisa dengan mudah diakses melalui gadget orang tua
2. Layanan menggunakan BBM untuk bertanya seputar sekolah

Untuk biaya, saya foto saja ya.. Bingung nulisnya πŸ™‚

20130429-182238.jpg

Ruang bermain indoor. Pagar yang terbuka itu tempat murid2 masuk.

20121127-221852.jpg
Ruang kelas Babies club
20121127-221902.jpg
Ruang bermain outdoor di halaman belakang.
20121127-221915.jpg

20121127-221927.jpg
Ruang montessori
20121127-221940.jpg
Perpustakaan sekaligus ruang science
20121127-221949.jpg

20121127-221958.jpg

M.I.S
Jl. Pulo Ribung Taman Galaxi Indah 1
Ph: 021-82413366
BB PIN: 2138D20C
Email: enquiry@mis.sch.id
Website: www.mis-school.sch.id

Posted in sekolah

Open House Kinderfield Rawa Domba

Open House ke 3, Kinderfield rawa domba!
Dulu waktu cari2 sekolah, dapet nama Kinderfield di forum.. Reviewnya bagus2.. Jadi saya keliling cari ini sekolah di perumahan Duren Sawit. Ketika sampai sana, agak kaget sih. Kotor, berantakan, dan di rumah biasa. Tempat mainnya juga sempit dan kecil. Lalu ada bapak2 jaga yang galak hehe.. Akhirnya saya keluar lagi dari pekarangannya, nggak jadi turun hihi

Mungkin, sekali lagi mungkin, banyak orang tua lebih melihat ke hasil. Anaknya jadi “bagus” setelah bersekolah di sana, maka mereka merekomendasikan sekolah tersebut. Kalau saya maunya ya proses ya lingkungan ya semua2nya juga bagus, tapi semampunya saya. Jadi Kinderfield Duren Sawit saya coret dari list πŸ™‚

Kinderfield lalu pindah ke Rawa Domba. Dari Toddler – SMP dengan nama Highfield.
Gedungnya besar, jauh lebih bagus dari Duren Sawit yang sekedar rumah (ya iyalah). Jadi saya berharap lagi sama ini sekolah hihi..

Biaya
Fee structure 2013-2014
Admission fee 7,000,000 (Toddler-Kindergarten)
Toddler-Kiddy1 development fee 2,500,000 (yearly) tuition fee 2,550,000 (termly)
Kiddy 2 development fee 3,000,000 (yearly) tuition fee 3,000,000 (termly)
Kindergarten development fee 3,500,000 (yearly) tuition fee 4,200,000 (termly)

Admission feenya lebih mahal dari Kinderfield Tebet dan 2x lipat dari harga Kinderfield lama waktu masih di Duren Sawit :p yaiyalah..

Open House
Sampai lobby, nggak ada tulisan apa2.. Hanya ada tulisan “Welcome” di ruangan administrasi. Masuk ke sana, diberitahu, belok aja di sana, nanti masuk ke dalam kelas. Umm oke deh. Beda sekali dengan dua sekolah sebelumnya, pikir saya..
Setelah belok ke tempat yang dimaksud, baru ada staf Kinderfield yang memberikan greetings dan memberitahu letak kelas.
Masuk kelas, full house! Tampaknya mereka tidak menyangka akan sepenuh ini yang hadir. Jadi ada beberapa yang berdiri termasuk saya, sambil mendengarkan materi presentasi dalam bahasa Inggris.

Gak lama, ada kursi2 tambahan, saya pun duduk. Sambil celingak celinguk memperhatikan dekorasi kelas. Buat saya ini penting! Karena ini memperlihatkan apa yang dikerjakan anak selama di sekolah πŸ˜€
Pertama, saya lihat gambar2 ikan di tempel di kaca. Seragam, beda warna. Lalu, Jadwal sehari2 bentuk ayam. Seragam, beda warna. Lalu saya melihat beberapa tempelan kertas di dinding, hasil tulisan dan gambar anak2 mengenai asal mula “madu” sepertinya. Tapiiii, dari sekitar 10 kertas, sama semua plek plek. Hmmm..

Lalu sambil masih mendengarkan presentasi, kami dibagikan handout materi, dan selebaran brosur mengenai harga, lalu tiba sesi pertanyaan. Saya nggak ngerti juga kenapa, semakin lama semakin sedikit yang ada di kelas. Mereka bosan atau apa yaa..
Kami sempat diberi lihat portfolio atau hasil belajar anak walau cuma 1 lembar. Saya melihatnya kok seperti tk pada umumnya dengan metode pengajaran biasa.

Setelah sesi pertanyaan, ada praktek sistem pengajaran di kelas dengan dua guru yang berbeda. Pertama, mengajarkan cara pengucapan huruf “L” dalam sebuah kalimat. Si guru memegang gambar. Dalam gambar, ada anak bernama Laura memegang lollipop. Sambil bernyanyi, guru menunjukkan huruf L itu seperti apa.
Guru ke dua mengajarkan konsep angka dan sebuah bilangan. Misalnya 10, anak harus tau 10 itu sebanyak apa dengan beads. Metode Montessori memang mengajarkan anak melalui pendekatan konsep. Agar mereka lebih memahami. Tapi entah mengapa, saya bosan sekali melihat kedua praktek pengajaran itu. Saya pernah lihat yang lebih menarik.

Saya juga sempat bertanya, “apakah tiap anak mempunyai alat peraganya masing2 untuk bisa menyentuhnya langsung?” Kata mereka tidak. Yang pegang ya gurunya. Anak berkumpul mengitari dan melihat. Mungkin 1 atau 2 anak saja yang maju dan dapat memegang langsung.
Saya bertanya lagi, “apakah mereka memakai peralatan yang sebenarnya? Piring gelas dari beling?” Karena metode Montessori mestinya mengajarkan itu. Kata mereka tidak. Karena takut pecah, jadi mereka ganti saja alat peraganya dengan plastik.

Hmmmm… Oke deh.. Semangat saya semakin surut surut surutt..

Baiklah, waktunya berkeliling..
Gedungnya mungkin lantai 5. Full bangunan, dengan lift. Nggak ada pohon2 besar nan rindang. Tetapi mereka punya lapangan bola dan halaman rumput luass di belakang. Lalu kami diajak melihat2 ruangan kelas, dan seperti yang saya bahas tadi.. lalu sensory area atau ruangan montessori. Alat2 peraga ada di ruangan ini. Jadi tidak dicampur di dalam kelas seperti bagaimana montessori seharusnya..
Indoor playgroud mereka tidak punya. Outdoor playground belum jadi. Kolam renangnya lumayan besar. Lebih bagus dari punya Cikal.

Lalu saya bertanya “kita kemana lagi ya?”, dan kami diajak ke lantai atas, untuk melihat perpustakaan dan lab komputer. Perpustakaannya besar, tapi tidak bisa lihat berkeliling karena sedang ada OH untuk SMP. Setelahnya, saya sempat mengintip lab komputernya.. Yah, gak pakai iMac hihi..

Ok, selesai deh acara berkelilingnya.. Mungkin tinggal 3 pasang orangtua yang ikut keliling sampai akhir.. Secara keseluruhan, ok2 aja sih menurut saya. Meskipun saya nggak terlalu suka konsep gedung kokoh begini untuk sebuah sekolah.
Kinderfield punya cabang banyak dan sudah terpercaya. Yang saya lihat kemarin kan hanya sebagian kecil dan dari sudut pandang saya saja πŸ™‚
Tadinya saya memilih sekolah ini untuk Anelka preschool. Karena dekat dari rumah, paling 5-10 menit sampai. Tapi setiap hari saya kepikiran terus sama gambar2 ikan seragam itu πŸ˜€ suami saya ketawa aja setiap saya bimbang “gimana nih gambar ikan?” πŸ™‚ jadi yaaah lihat tahun depan deh.. Kalau nanti ketika trial Anelka senang, ya mau gimana lagi hehe

Ini foto2nya lumayan banyak dan lengkap. Dari gedung tampak depan, tulisan “welcome” yang tadi saya bilang, suasana kelas, dan fasilitas πŸ™‚

20121127-164802.jpg

20121127-164818.jpg

20121127-164832.jpg

20121127-164844.jpg

20121127-164858.jpg

20121127-164905.jpg

20121127-164917.jpg

20121127-164926.jpg

20121127-164938.jpg

20121127-164945.jpg

20121127-164953.jpg

20121127-164959.jpg

Posted in sekolah

Open House Sekolah Victory Plus (SVP)

Sebenernya SVP ini kandidat kuat untuk calon SD-SMA nya Anelka kelak. Bikin plan dana pendidikannya pun pakai harga SVP ini hehe.. Pertimbangannya, sekolah IB yang paling dekat rumah (meskipun jauh juga mesti ke bekasi). Tapi kalau mas Anvid tau2 ke Finland, that’s another story hihi *doa kenceng*

Waktu itu cari IB school list di Jakarta di sini lalu yang paling lumayan terjangkau ya SVP ini.. Akhirnya googling dan lihat-lihat websitenya, cari info forum, datangi sekolahnya deh.. Lokasinya ini persis di sebrangnya Al-Azhar Kemang Pratama. Masuknya dari parkiran ruko. Walaupun gak seluas Cikal, tapi teduh dan nyaman juga. Sayang, parkirannya jalanannya masih jelek belum beraspal.

Dua minggu lalu sempat datang ke OHnya.. Sampai lobby, kami disambut di meja registrasi, lalu diantarkan ke sebuah ruangan untuk dijelaskan rinci secara perorangan. Jadi gak pakai presentasi, ngobrol biasa aja, bebbas bertanya apapun dijelaskan sampai puas..

Selesai dari sana, kami diantar berkeliling sekolahnya. Karena kami datang untuk tingkat kelas preschool – TK, maka berkelilingnya di area bawah saja. Padahal penasaran juga di rooftop sepertinya ada semacam kubah lapangan olah raga gitu..

Fasilitas
Indoor play area.. Banyak mainannya tapi sepertinya nggak terlalu bersih. Outdoor playground, kolam tapi bukan kolam renang. Yaa bisa lah buat anak2 preschool main air.. Library nya besar dan bertingkat. Klinik UKSnya bagus, lebih besar dari punya Cikal. Ada Lift. Umm apa lagi yaa? Jadi menyesal nggak berkeliling.

Kurikulum
Untuk toddler, pakai montessori method. Suasana kelas beneran dibikin seperti kelas montessori. Bukan montessori jadi2an yang kalau anaknya mau ke “montessori area”, harus pindah ruangan πŸ™‚
Tapi kelas toddler di SVP ini juga nggak menggabungkan murid dari range umur yang berbeda. Padahal montessori method itu harusnya 1 kelas ada anak dari berbagai umur.
Kelas Nursery sampai SMP atau MYP, mereka pakai IB. SMA, mereka pakai Cambridge. Karena katanya mahal sekali kalau pakai IB.
Umm dari baca2 forum sih katanya IB justru yang penting di kelas 11,12.. Berarti nanti harus cari alternatif lagi buat Anelka (kalau nggak jadi ke Finland sih *teteup* ).

Biaya
Ini untuk tahun ajaran 2013/2014 yahh..
Toddler: 2thn
Nursery: 3thn
EY1: 4thn
EY2: 5thn
Toddler-Nursery submissions fee 8,000,000 tuition 12,370,000
Nursery submissions fee 6,000,000 tuition 12,370,000
Toddler-EY2 submissions fee 25,000,000 tuition 12,370,000
Nursery-EY2 submissions fee 20,000,000 tuition 12,370,000
EY1-EY2 submissions fee 18,500,000 tuition 20,770,000
EY2 submissions fee 10,500,000 tuition 20,770,000

Di sini kelihatannya suasana kelas nggak seramai dan nggak sekreatif Cikal. Tapi di dalam ruangan kelas SVP ada kamar mandinya yang disesuaikan dengan ukuran anak2.. Sayang aku nggak ambil fotonya 😦 bahasa yang digunakan, bahasa Inggris dan Mandarin. Lalu setiap habis melakukan kegiatan apapun, setiap murid mengisi di lembar kegiatan bagaimana perasaan mereka terhadap aktivitas itu. Saya suka kebiasaan ini. Membuat anak terlatih untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan. “Rasa” kan tidak hanya suka atau tidak suka saja πŸ™‚
Kemarin waktu ke sana, kelas PYP sedang ada exhibition. Mereka masing2 membuat kelompok, lalu bebas mengambil tema apa saja untuk membuat project agar bisa dipamerkan. Menarik!

Ini ada sedikit foto2.. Nggak menggambarkan kesuluruhan sekolah sih, tapi semoga berguna πŸ™‚

20121119-212002.jpg

20121119-212010.jpg

20121119-212022.jpg

20121119-212042.jpg

20121119-212051.jpg

Posted in sekolah

Open House Sekolah Cikal

Waaah ini Open House (OH) pertama yang saya datangi seumur hidup, excited!
Btw ini ditulis setelah mengunjungi 3 OH, jadi saya bisa menyimpulkan kalau Cikal kelihatan yang paling profesional dalam menyiapkan OH ini πŸ™‚

Pertama, setelah mengetahui akan ada OH, saya langsung mendaftar lewat email. Cikal memang mewajibkan mendaftar. Mungkin untuk bisa memperkirakan berapa banyak murid yang akan disediakan untuk menyambut kita. Ternyata 1 keluarga di-escort 1 murid dari Year 5. Diajak berkeliling sekolah dan dijelaskan fungsi masing2 ruangan, suasana sekolah, dll, semuanya dijelaskan dengan bahasa Inggris πŸ˜€

Sebenarnya di dalam email pendaftaran juga disertakan jadwal presentasi kurikulum. Tapi yaa memang kami bukan keluarga pagi, jadi aja sampai sana telat.. Gak ikut dengerin presentasi deh hihi..

Kesan pertama sampai di sana, sekolahnya asriii, sejuk dan nyaman :’) rasanya betah berlama-lama lihat pepohonan hijau dan gak melulu bangunan beton bertingkat2 hehe

Fasilitas
Art room, Music room, indoor playground, outdoor playground, rumah pohon, kolam renang bentuknya memanjang gak terlalu besar, lapangan bola yang luas, lapangan basket outdoor dan indoor, computer room yang pakainya imac semua (penting?) :p , library yang jumlah bukunya banyak, mushola dan beberapa ruang keagamaan, uks atau klinik tapi kecil sekali ukurannya, kantin biasa dan buffet , petugas kebersihan mereka memakai iss. Dan saya melihat monitor cctv di area anak2 preschool.

Kurikulum
Karena gak sempat ikut presentasinya, jadi kurang ngerti juga apa aja kurikulumnya. Di mana2 hanya ada tulisan “Cikal 5 Stars Competencies” jadi sepertinya kurikulumnya mereka ciptakan sendiri.
Kalau untuk kelas TK dan SD mereka pakai kurikulum IB (international baccalaureate). Cikal belum lama ini sudah terdaftar jadi IB school.

Biaya
Stress banget liat inflasinya Cikal 😦 1 tahun biayanya bisa naik 3x karena Cikal ini buka term pendaftaran sepanjang tahun. Setiap kali harganya naik 5-10%, jadi setahun inflasinya sekitar 15% lah.. Lumayan bangettt hiks..
Biaya yang berlaku sampai 14 Desember 2012:
– bayi2/adik2 : Rp.1,700,000/ package
– kakak2 : booking fee 4,000,000 Enrollment 12,600,000 tuition per term 4,300,000
– pre kindy : booking fee 4,000,000 Enrollment 12,600,000 tuition per term 4,600,000
– Reception : booking fee 8,000,000 Enrollment 26,300,000 tuition per term 6,600,000
Nggak kumasukin biaya SD yah, masih lama Anelka SDnya hihi.. *pijetin ayah yang capek kerja*

So far sih, seneng sama Cikal ini… Tapi…
– dengar dari teman beberapa cerita kemandirian yang kurang. Misalnya, waktu pementasan, anak ditemani nanny-nya di panggung
– menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Inggris baru diperkenalkan sedikit di TK dan digunakan di SD. Anelka berencana bersekolah SD yang full bahasa Inggris. Jadi maunya dari awal cari yang full bahasa Inggris juga agar dia terbiasa. Kalau bahasa inggrisnya nggak fluent, di beberapa sekolah, si anak dipisahkan di kelas khusus. Jadi kasian nanyi catch up-nya.
– jarak tempuh. Huhu ngebayangin tol jorr kalau pagi itu ampuunn deh.. Nggak mau Anelka kehabisan energi di jalan aja sih

Well, semua concern di atas sebenernya masih ok. Tinggal tergantung Anelka pas trial nanti aja milih yang mana hihi..

Waktu OH kemarin lihat ada booth dari wwf atau apa ya yang sejenis. Tentang donations dan perlindungan satwa. Itu kerjasama yang bagus sekali. Melatih anak untuk peduli sejak dini πŸ™‚
Lalu waktu menuju kelas bayi2 dan adik2, aku melihat sederetan highchairs. Sepertinya mereka diajarkan untuk makan yang tertib dan disiplin. Tapi lupa tanya untuk kelas berapa. Mungkin kelas kakak2 :p

Ini beberapa foto waktu liat2 Cikal kemarin. Cuma sedikit karena nggak konsen foto2. Keseruan sendiri liat sekolahnya dan ngobrol2 sama Keisya, guide kami πŸ™‚

20121118-014636.jpg

20121118-014645.jpg

20121118-014653.jpg

20121118-014713.jpg

20121118-014722.jpg

Posted in sekolah

Perburuan sekolah, dimulai!

Sebenernya sih dulu udah pernah cari2 sekolah, tapi untuk kebutuhan financial planning aja.. Nanti kapan2 aku share yah..

Sekarang udah agak mendekati real nih pencariannya :))

Ngomong2 soal sekolah, banyak banget sih perdebatan kalau anak sebaiknya gak disekolahin dari bayi, kasihan. Kalau menurutku sih, persepsi “sekolah” yang identik dengan belajar belajar belajar yang bikin banyak orang keberatan. Padahal, si anak2 kecil ini kan gak duduk di kursi, tangan disilang, dengerin guru lagi nulis di papan tulis. Mereka bermain, bernyanyi, tertawa bersama2.. Ya itu pilihan sih. Agree to disagree yaah :))

Kalau concern-nya dokter2 untuk menunda sekolah, karena sekolah ini tempat bertemunya virus2.. Anak kecil kan masih rentan, jadi sebaiknya di rumah aja..
Teman kantor suami saya, anaknya sekolah di salah satu sekolah international, si anak ini sakit melulu.. Nanti sehat nanti sakit, gantian aja sama teman-temannya. Sepertinya virusnya ya muter di situ-situ aja.

Tapi banyak juga orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya, agar:
– bersosialisasi (karena banyak anak yang suka nangis kalau bertemu orang asing)
– belajar konsep berbagi
– anaknya pintar tapi orang tuanya gak repot
– gengsi
– ngisi waktu luang ibunya
– bisa distimulasi secara maksimal
– bisa pipis sendiri, jadi gak pakai pampers lagi (seriously, banyak kok yang nyekolahin anak puluhan juta, ditanya gimana outputnya, jawabnya itu πŸ™‚ )
Dan alasan alasan lainnya :’)

Apapun alasannya, itu hak prerogatif orang tuanya sih.. Asal anaknya senang dan merasa terpaksa, kenapa nggak? Toh golden age hanya sampai umur 3 tahun, dan gak terulang lagi seumur hidup πŸ™‚

Cheers!