Posted in Uncategorized

A day with Ada apa dengan Cinta 2Β 

foto dari sini
Gak spoiler kok

*senyum senyum*

Gak bisa nulis review. Cerita aja deh ya πŸ™‚

I’m not the expertise so expect nothing from this post. Cuma merasa pengen nulis aja pengalaman nonton film AADC2 ini kemarin.

To be honest aku gak lihat trailer fim AADC2, gak baca sinopsis, bahkan gak tau akan nonton ini film apa nggak. Sampai ketika ada premier di Jogja, lihat hypenya di social media, hmm i think it would be nice if I could watch this movie with my girls! Kusampaikanlah gagasan ini ke salah satu grup Ibu2. Gayung bersambut, let’s go! Nontonlah kami di tayangan perdana 28 April kemarin.

Kami udah prepare banget ini.. Teman saya bahkan mengimport ibunya jauh2 dari luar kota agar bisa menjaga anaknya di rumah hihi.. Rencana nonton ber4 menjadi ber3 karena 1 teman saya ternyata melahirkan putri keduanya malam sebelumnya.

Pemilihan tempat

Karena tempat tinggal kami berempat di Bintaro, BSD, Citayam dan Bekasi, dan salah satu teman sudah hamil tua maka paling bijaksana rasanya memilih Kemang Village sebagai tempat nonton. Di tengah2, dan dekat ke RSIA tempat teman saya akan melahirkan.

Ketika akhirnya dia sudah melahirkan malamnya, kami tetap gak pindah tempat. Biar lebih dekat juga menjenguknya.

Beli tiket

Udah mikir ini pasti akan ramai sekali. Cara paling mudah adalah beli pakai Mtix. Ternyata, isi ulang Mtix gak semudah itu. Somehow they’ve changed their system dan pokoknya gak bisa aja zzzzz

Oke, gojek to the rescue! Eh bapak gojeknya gak mau. Katanya loket baru buka jam 11. Itu baru jam 10 dan dia gak mau antrinya. Ihh plis deh pak.

Luckily, teman saya bisa cepat sampai ke sana lebih dulu. Beruntungnya lagi, bioskopnya sepii horee.. Kami dapat row F dan belinya nggak pake antri sama sekali. Kaget juga baca path dan kabar dari beberapa teman kalau ternyata filmnya penuuhh di mana mana.

And how’s the movie?

I think it’s more than the movie it self but the feeling, the experience the moment we had yesterday are mervelous!

Meskipun di awal film agak aneh dan aktingnya Cinta pas itu nggak banget, ditambah ending yang menurutku gak menarik, tapi dengan formasi nonton kayak kemaren itu kesanku asli seneng bangetttt seruuuu bangetttt.. Nonton bersama ibu2 yang konyol, ditambah duduk di depan segerombolan ibu2 yang seru banget sampe2 mereka niat ber10 bikin kaos pake tulisan “yang kamu lakukan ke saya itu… Jahat!” πŸ˜‚πŸ˜‚

Kebayang kan ngocol dan ramenya mereka kayak apa.. Tapi emang celetuk2annya lucu dan kocak. Bikin nonton tambah seruu.. Gak kebayang kalo aku nonton cuma berdua mas Anvid, even worst ngajak Anelka misalnya karena mas Anvid lagi di luar kota, i’m sure pasti nontonnya gak akan seseru itu.

Jalan cerita sih di beberapa kejadian menurutku ada yang awkward, terlalu maksa dan gak dapet aja gitu.. (Gak cerita lebih lanjut yaa takut spoiler) But I don’t really care because I really had a great time! Ketawa atau senyum gak berenti2 meskipun ini ya bukan film komedi juga sih :)) somehow it gets me like that.

The after effect 

Film ini mungkin ngingetin kita untuk meyelesaikan kenangan2 masa lalu kali yaa.. Bahkan katanya, di beberapa radio dibilang film ini tuh somehow bikin kita pengen scrolling down our phonebook contacts or even the old facebook photos haha.. Not for me sih.. Everything had clear with me. I’m making friends with my ex(s). They’re all just a whatsapp away and we talked sometimes so I don’t get that effect hehe..

Last, menurutku sihh this movie is worth to watch. For the shake of the memories and the phenomena. But I strongly suggest, please go watch it with your girls! Really, with your girls! πŸ˜‚

Don’t be so serious because life sometimes are like circus (lah gak nyambung, yang penting rhyming aja) πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

gerombolan ibu2 yang pake kaos samaan

PS: Aku gak terlalu ngerti tentang pembajakan. Setauku merekam film meski sepenggal adalah pembajakan tapi katanya banyak bertebaran di Instagram.

Baru menduga juga, foto tuh juga termasuk dalam pembajakan ya? Kemarin di adegan terakhir, beberapa mungkin bersiap2 dengan handphonenya terus foto2. Gak nyangka, Pak Satpam datengin, minta buka gallery hp dan hapus2in itu foto2 adegan. Asli doi keliling loh.. Kayaknya udah nandain.

Agak kaget kirain itu satpam ngapain. Wow baru liat dan baru tau. Kuddos to satpam XXI Kemang Village.

Posted in Uncategorized

The attitude

Pasti sering banget yaa baca ‘aturan main’ cara menyebarkan berita. Biasa lah, dicross check dll dll..

Tapi yaa yang sering nyebar aturan main itu juga kadang keceplosan juga nyebar kabar hoax 😁 oops!

Kemarin itu ada 2 hal yang potensial banget bisa dijadiin penyebaran hoax.

1. Pernyataan menkes soal Asi

2. Ricuh2 demo taksi, yang berujung berantem sama supir gojek

Aku nemu ini

  
Udah banyak yang koreksi juga kalo judul berita tuh akal2an tempo aja biar heboh. Malah akhirnya Tempo bikin permintaan maaf dengan merubah judul beritanya.

Kalo baca sepenggal mungkin sebagian orang udah berapi2 duluan kali yaaa..

Kutemukan salah seorang model/artis/selegram dia posting foto ini dengan caption marah dan kekecewaan. Banyak yang komen klarifikasi bahwa itu bukan berita yang sebenarnya. Dan yang dia lakukan adalah menghapus postingan tersebut lalu menggantinya dengan ini

   
 
Salut. The positive vibes. Nggak tau deh orang2 lain gimana yang udah posting dan marah duluan juga.

Banyak lagi yang posting ini

  

   
Parahnya, udah dikasih tau bahwa itu fitnah. Ibu itu terluka waktu bentrokan dengan para tukang ojek. Bapak yang meninggal itu kecelakaan lalu lintas masihh aja loh gak peduli.

Komen yang ngasih tau hal yang sebenarnya malah dihapus. Ada lagi yang  membalas komen tapi tetep bilang “ya tapi kan jelas2 ada videonya bluebird mukulin gojek” 😳 wtf. How ignorant.

Ajaibnya lagii, komen2 bawahnya banyak yang kaget lalu reaksi berlebihan seperti haaah masa sihh? Haah itu dibunuh? Ya allah itu ibu2 😭😭😭 bahkan sampe mensyen Jokowi dan Humas Polri.

Duh plis deh.

Memang segitu gampang diprovokasinya ya, kita? No wonder isi facebook penuh dengan link2 busuk yang provokatif menjelang pemilu. Dan ada aja  lagi yang nganggep itu berita benar.

Guys, please. 

Di al-quran aja jelas2 perintah pertama itu iqro. Bacalah. Kalau gak salah disebutkan sampai 30 atau 33 kali gitu di al-quran. Baca kan ya gak cuma pakai mata yaaa… More than just reading the sentence. Please please do.

Can we just not that selfish and be more concern bahwa berita hoax yang disebarkan itu bisa berakibat lebih luas lagi bagi orang lain. Menyebarkan fitnah kan juga bahaya. Can we???

 

Posted in Uncategorized

Happiness

Apa sih doa yang sering dipanjatkan orang tua untuk anaknya selain jadi anak soleh, pinter, berguna bagi nusa bangsa? ceillaaah.. Bahagia kali yaaa? Pasti banyak lah ya orang tua yang pengen anaknya bahagia.

Bahkan kebahagiaan orang tua kadang kala ya kalau anaknya bahagia. Umm tapi prosa itu kayaknya berlaku ketika anaknya masih kecil aja mungkin yaa.. Kalau anaknya sudah besar, sudah dewasa, sudah berkeluarga, apa masih berlaku yaa perasaan itu?

Apabila anak sudah dewasa, mungkin kebanyakan orang tua sudah mulai renta, krisis paruh baya, sibuk berusaha berdamai dengan dirinya saja sulit apa iya bisa berdamai dengan jalan hidup anaknya?

Anaknya memilih tidak bekerja padahal sudah S2 apa ibu rela?

Anaknya memilih menikahi janda beranak dua apa ibu setuju?

Anaknya memilih tinggal di tempat yang agak jauh dari rumah ibu apa ibu ridho?

Bisakah kalimat ikut bahagia kalau anaknya bahagia melekat sampai akhir hayat?

Tentu saja aku belum ada di posisi itu dan mungkin sebagian orang bisa dengan mudah mencibir “ah kayak lo ntar nggak gitu aja”. But i know who i am. Kurasa aku agak sadar bahwa anakku bukan milikku. Aku sadar bahwa anak2ku merupakan amanah dan titipan dari Tuhan yang harus kujaga dan kubimbing. Tapi tentu saja mereka selalu boleh menentukan jalan hidupnya sendiri apabila sudah saatnya.

Kalau orangtua punya impian bagaimana kehidupan masa tuanya kelak, bisakah anak juga punya impian bagaimana dia akan menjalankan kehidupan dengan keluarganya sendiri kelak?

Karena cinta gak terukur jarak, biarkanlah kami mengepakkan sayap. 

Bisakah ibu menjadi tempat berpulang kelak?