Posted in My story

Tentang mimpi dan keinginan

dream_web

Waktu itu di grup ibu2 membahas mengenai keinginan mereka mau mendapatkan suami seperti apa. Rata2 seputar suku dan karakter. Kemudian aku tersenyum. Diantara mereka kenapa cuma aku yang matre punya keinginan berbeda.
“Kalau menikah, mau punya suami yang gajinya minimal 20juta” :p
Aku selalu bilang ini sejak SMA dan lama2 malah lupa sendiri pernah ngomong begini. Justru bude-ku yang ingat dan tanya ke aku berapa gaji mas Anvid setelah aku menikah haha..
Ah, kenapa sih yaa angannya ‘cuma’ 20juta minimalnya.. 11tahun berlalu lho sejak aku SMA..
ihh dapet salam dari inflasi :))

Dulu sih gak pernah tau gaji mas Anvid sama sekali. Jadi alasan menikahnya bukan karena gaji lho haha.. Kaget aja ketika mengingat2, beberapa keinginan ‘dikabulkan’ Tuhan dengan ajaib.

Barcelona
Keluargaku bukan tipe yang suka liburan. Gak pernah sama sekali liburan ke luar kota atau ke luar negri. yah kecuali kalau mama atau papa lagi ada kerjaan terus aku ikut. yaa bukan liburan sih jadinya..
Jadi aku selalu pengen keliling dunia. Mengagumi ciptaan Tuhan. Lebih spesifik lagi ke Barcelona. Waktu SD aku sampai bikin “tabungan keliling dunia” dari tabung yang kubuat sendiri haha..
Sampai suatu saat, ada yang ngajak aku ke Barcelona! Haha..
Lain waktu, ada orang yang dekat dengan aku dan dia siap mengajak aku kemana aja karena hobinya memang liburan ke kota2 yang belum pernah dikunjungi di seluruh dunia tiap 2x dalam setahun selama sebulan.
Tapi aku menolak. Gak ada yang salah dari hubungan itu, tapi aku menolak hehe..

Tinggal di apartemen sebelum menikah
Ini selalu ada dalam angan. Entah kenapa. Mungkin karena kebanyakan nonton film aja sih hehe..
Keinginan ini terkabul super cepat.
Tentu saja dengan bantuan orang lain. Ada teman dekat yang mau membelikan aku apartemen! Gilak!
Gak pakai syarat apa2, dan aku tau banget dia bukan tipe cowok2 bajingan pada umumnya gitu kok. Emang pure mau bantuin aku karena pada saat itu keadaanku memang membutuhkan pertolongan.
Kupikir dulu, Tuhan bercanda! haha.. Lalu aku takut sendiri. Takut dengan konsekuensi yang akan aku hadapi.. Takut salah dan lain lain.. Akhirnya aku tolak padahal hari itu sudah hampir transaksi πŸ™‚

Banyak banget hal2 random kayak gitu yang pelan2 kejadian!
Kadang lucu kadang menakutkan. Kadang ketika meminta atau mengangankan sesuatu kita gak berfikir konsekuensi apa yang akan kita jalani nanti.. Pantes aja di buku2, kalau ada permohonan “3 permintaan” suka banyak yang salah dan akhirnya terbuang sia2 hihi..

Tuhan memang ajaib.

Ketika aku berada di titik bawah hidupku dan lupa untuk bermimpi, lupa meminta yang jauh2 dan tinggi2, Tuhan juga seperti berhenti memberikan kejutan2 ajaibnya.

Menulis ini sekalian sebagai pengingat. Semoga aku terus giat meminta kepada Tuhan. Terus bermimpi dan berusaha meraih mimpi2ku..

Seperti kata Laskar Pelangi, “Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi2 kalian” πŸ™‚

Posted in Parenting

Malu?

Pengen cerita.

Tahun lalu pernah ikut seminar parenting Ayah Edy, kurang lebih begini pesannya..

Anak kecil itu gak tau arti kata malu. Dia akan dengan senang hati maju ke panggung, joget2, teriak2 tanpa merasa sungkan. Tapi justru kita orangtuanya yang ribut2 suruh si anak turun..
“Maluuu maluuuu.. Jangan begitu doong, kak.. maluuuu ayo turuun..”
Jadi jangan heran kalau sudah besar anak kita tumbuh jadi anak yang pemalu.. Takut ditunjuk, takut diminta naik ke atas panggung…

Begitu kurang lebih.

Jadi ingat, kemaren ke H&M Gancit ada anak, ibu dan susternya.
Aku lagi pilih sepatu untuk Anelka reflek nengok ketika dengar suara agak kencang dari suster
“eh hush, jangan joget2 gitu dong.. Malu ini kan tempat umum.. Udah jalan biasa aja…” πŸ™‚

Di toko itu emang memasang lagu upbeat yang enak banget buat goyang2 kepala sedikit. Apa yang salah sih dengan ituu, Ncuss? Hehe

Posted in Marriage, Relationship

Cari pilihan yang layak pilih..

*Sebuah pesan kepada yang belum menikah*

Jaman masih muda dulu kadang suka naif.
Kalau punya pacar, cintaaaa bener sama pacarnya.. Pikirannya nikah, nikah, nikah. Gak tau ya, nikah itu berat? (ini sebagian kasus aja yaa.. tau kok banyak orang yang gak pengen nikah juga hehe)

Kadang yang naif itu suka gak lihat kekurangan2 pasangannya.
“ah nanti juga berubah”
“aku bisa bikin dia berubah”
“ya gapapa deh, dimaafin aja..”

Padahal itu kadang nggak pernah terjadi hehe..

Menikah itu berat. Berat sekali.

Masalahnya komitmen. Masalahnya keterikatan. Masalahnya janji. Janji di hadapan Tuhan.
Untuk bersedia hidup sama2 ketika sakit, sehat, susah, senang..
Kalau kita ternyata gak suka sama pasangan kita, mau kemana?
Bercerai? Gak segampang itu, kan?

Akhir2 ini aku selalu pesan sama yang muda2. Sama adikku dan sepupu2ku.
Bahwa menikah itu berat.
Kita harus berpasangan dengan satu orang sepanjang hidup kita menghadapi berbagai permasalahan yang akan selalu datang.
Bersama orang yang berbeda dengan kita. Bersama orang yang sudut pandangnya berbeda dengan kita. Bersama orang yang latar belakang hidupnya beda dengan kita sehingga pola komunikasinya juga berbeda. Bersama orang yang belum tentu semua karakternya kita sukai. Bersama orang yang kemampuan seksualnya belum tentu sesuai dengan yang kita inginkan. Bersama orang yang birahinya berbeda dengan kita. Dan lain lain lain lain… Gimana kalau kita nggak sanggup menyelesaikan konflik batin dengan hal itu semua?

Aku berpesan, “kalau kalian merasa nggak cocok dengan pasangan kalian saat ini, jangan dicocok2in. Atau kalian akan terus menggerutu sepanjang umur pernikahan kalian. Harus cari pasangan yang sampai bikin kalian nyaman…”

Sesulit itu.

Banyak yang bilang, jangan terlalu banyak pilih2..
HIdup memang selalu penuh dengan pilihan, bukan?
Aku kurang setuju dengan kalimat “semua terserah Tuhan”. Memang semua terjadi atas kehendak Tuhan, tapi kalau kita gak mengusahakan apa2, apa yang harus Tuhan kehendaki?

Aku berharap ada yang berpesan hal ini dengan serius ke aku sebelum aku menikah dulu.
Aku gak berfikir sejauh ini dulu.
Terbuai oleh cerita Princesses dan Drama Romantis, aku berfikir kalau menikah ya toleransinya aja digedein.. Ngobrol aja yang banyak.
Tapi ternyata, untuk mendapatkan pasangan yang mudah diajak ngobrol dan diskusi aja gak segampang itu πŸ™‚

Dan sebelum menikah, emang gak akan keliatan masalah2 yang mungkin timbul.
Karena setelah menikah, hidupmu akan berubah πŸ™‚

Go explore the world!
Cari teman yang buanyaaak.. Kenal dengan berbagai macam orang.. Perkaya rahasia2 alam.. Perkuat karakter diri sendiri.. Be a better person everyday, because you’ll never know who’s you gonna meet each day!!

Have fun and good luck!
Semoga semua yang baca postingan ini bisa berbahagia seperti pasangan ini, kelak sampai usia senja dan renta :”)

BdeMELMIYAAogst
Gambar dapat dari Path gak tau punya siapa. Please cmiiw

Posted in ASI

Menyapih tanpa perih

image

Aku nggak pernah nyangka, ternyata semudah itu menyapih Anelka. Alhamdulillah..
Kupikir karena aku gak kerja, Anelka sama aku terus, akan susah banget lepasnya..

Soalnya banyak banget bahasan “weaning with love”, “menyapih dengan cinta”, “cara2 menyapih” danlainlain yang sejenis. Nggak tau kenapa aku gak pernah pengen baca. Mungkin dulu merasa belum waktunya..

Sering dengar cerita orang atau gak sengaja baca blog yang sedikit bercerita tentang menyapih. Rata2 yang kudengar cerita sedih.. Sedih udah gak menyusui lagi.. Sedih anaknya nangis2 gak mau disapih.. Sedih ibunya merasa nggak siap mental.. fiuhhh siap siap…

Setelah melakukannya ternyata, aku nggak sedih.
Aku senang.
Senang akhirnya Anelka masuk ke milestone selanjutnya.
Senang Anelka dan aku gak terpaksa melakukan ini.
Senang Anelka udah berhasil menyusu asi selama 2tahun kurang 1bulanan..
Senang karena gak perlu repot dan pegal2 nyusuin lagi
Senang karena kalau pergi2 bisa bebas pake baju apa aja

Aku gak takut.
Aku gak takut gak bisa meluk Anelka lagi.
Aku gak takut gak dekat dengan Anelka lagi.
Aku gak takut Anelka merasa gak membutuhkan aku lagi.
Aku gak takut Anelka gak nyariin aku lagi.

Karena aku tau Anelka gak akan berlaku begitu. Tau dari mana? I just know it πŸ™‚

Jadi aku emang udah sadar dan siap sejak awal bahwa aku akan berhenti menyusui. Tapi aku belum tau kapan, dan belum menyempatkan waktu untuk berfikir kapan..
Sampai suatu waktu, di sebuah grup membahas tentang menyapih.. Merasa terinspirasi, iseng2 aja ketika malamnya mau tidur dan Anelka minta nenen aku bilang
“mas sekarang udah nggak nenen lagi yaa.. mas minum susu aja.. mau susuu?”
“Susu? Mau.. susu sapi..”
“Iya, susu sapi.. ibu ambilin sebentar yaa.. terus mas bobo yaa”

Apaaaa susu sapiii? Anaknya anak sapi dong? Bukan lah, dia anak aku. Yang ngelahirin aku kok hehe..
Susu yang Anelka suka minum itu ada gambar sapi di kardusnya. Ya Greenfields ya Ultra..

Kemudian Anelka minum susu dan pasang posisi tidur di sampingku dan minta dinyanyiin lagu naik2 kepuncak gunung sampai dia terlelap dan itu 23x! Haha

Wauw. Aku merasa ini sebuah kebetulan. Masa gampang banget. Masa Anelka gak nangis2 kayak yang dibilang orang2.. Masa aku gak ngerasa sedih.. masa iyaa Anelka gak nyusu lagii?

Kemudian besoknya.
Bangun pagi, siang, sore, malam, setiap dia minta “ibu, nenen?” kujawab “eitsss.. kan mas udah selesai nenennya.. kan sekarang minumnya susu” terus dia langsung mau dikasih susu. Tidur malam hari kedua agak merengek sedikit tapi setelah dinyanyiin sebentar trus dia langsung tidur..

Besoknya gitu lagi, besoknya gitu juga.. Seminggu berlalu dan aku menyadari, wauww this is real! Serius? Segampang ini?

Hari ini hari ke-14 Anelka udah gak nenen. Masih sering nanyain “nenen?” sambil senyum.. tapi gak pernah beneran minta..

Ahhh aku kagum sekali…
Alhamdulillah masalah persusui ini selalu lancar meskipun susuku gak bisa dipompa..
Dari awal langsung keluar, gak bingung puting, gak pernah lecet, gak berdarah, gak digigit, gak ngempeng, gak kejar2an stok karena aku gak kerja, semuanya lancar.. Alhamdulillaaaaahhh…

Yay selesai 1 tugas sebagi ibuuu :’) Terimakasih atas kerjasamanya mas Anelka sayaaangg :**
image

***
edited.

Mau nambahin soal supply asi di payudara.
Jadi memang sejak beberapa bulan terakhir, aku menyusui dari 1 payudara aja yang sebelah kiri. Jadi saat menyapih ini PRku tinggal menghentikan supply asi di 1 payudara aja.

Menurutku sih jumlah asiku nggak banyak lagi, tapi kalau Anelka menyusu ya pas aja gak pernah sampai kehabisan. Kecuali waktu puasa kemarin. Anelka sempat protes asiku habis. Nah setelah menyapih ini, aku perah sedikit asiku.. Lalu setelah 3 hari, terasa agak sakit. Kalau sakitnya sedikit aku agak cuek. Beranggapan bahwa, nanti kan tubuh tau sendiri kalau asiku gak dibutuhkan lagi dan akan menyetop produksinya.

Nah ketika agak sakit, aku perah sampai kira2 gak terlalu keras lagi, tapi juga tetap gak banyak. Pokoknya sesedikit mungkin mauku, agar produksinya lekas berhenti hehe..

Setelah seminggu, aku iseng pengen tau.. Cuma untuk pengetahuan aja kok, minta Mas Anvid menyicipi asiku (iyucchh, i know πŸ˜€ ) Katanya rasanya asin, gak seperti sebelumnya dan agak aneh. Aku lihat memang warnanya agak bening. WOW! Luar biasa banget cara tubuh ini bekerja. Semakin mengagumi Tuhan yang memang telah memikirkan segala suatu tentang ciptaannya :’)