Posted in sekolah

Sekolah Victory Plus (SVP)Β 


Rasanya nggak fair kalau aku nggak menuliskan pengalaman Anelka selama bersekolah di sini. Padahal sekarang sudah masuk tahun ke tiga.

I might say, it’s not perfect, but this is the best school i can find in Bekasi for Anelka. Aku dateng ke sekolah ini 5x sejak masih hamil Anelka sampai akhirnya memutuskan bayar dan join πŸ˜‚


Nggak mudah buat aku memutuskan untuk komitmen jangka panjang. Bismillahirrohmanirrohiim.. Alhamdulillah cocok. So far aku senang sih di SVP. Komplain pasti ada. Hari pertama masuk sekolah di 2014 aku udah komplain πŸ˜‚ Dan mereka menanggapi dengan cepat, tanggap, dan aku lihat banyak improvement banget di berbagai hal. Masukan kita didengarkan dengan baik, jika mungkin dikabulkan.

Yang bikin aku kagum, pertama kali masuk di kelas toddler (2thn), murid2 ditemani orangtuanya di kelas selama seminggu kecuali Anelka. Kupikir waktu itu, kenapa gak langsung ditinggal aja toh dia udah ngerti kalau sekolah kelas toddler ya memang sendiri. Ibu menunggu di luar. Minggu kedua, semua orangtua tadi serentak meninggalkan anaknya di kelas. Heboh lah semua.. Anelka yang nggak pernah nangis sama sekali di sekolah jadi ikutan nangis karena 14 teman lainnya nangis semua. Pada waktu itu guru kelas kalau nggak salah ada 4. Nggak tau dateng dari mana, sambil ngintip kuhitung ada 9 miss yang menangani anak2 termasuk kepala sekolah πŸ˜‚

Ada anak yang keliling sekolah mencari mamanya. Ada yang diajak main ke playground luar, ada yang main iPad. Heboh semua πŸ˜… Tapi aku gak nyangka sih.. 9!! Yup, mereka seserius itu.

Days at SVP

Ada sekumpulan ibu2 berlabel PSG (Parent support group) yang seringkali membuat kegiatan2 rutin di sekolah. Misal ada yoga, pengajian, tausiyah, doa rosario, cooking class, parenting seminar dll dll..

Dari sekolah juga rutin mengadakan PALS (Parents as learners), baby sitter class, ya seperti kelas2 parenting gitu lah. Aku sebisa mungkin datang kalau ada acara kayak gini. I think we need to support the community. Jadi meski sendiri, temen2 deketku gak ikutan, aku tetap datang. Why not?

When in doubt

Kalo ngomongin cara belajar, report, prestasi, dll mungkin hal kayak gitu bisa ditanya ya ke admission atau ke guru2nya langsung saat open house. Tapi informasi pengalaman sebagi murid yang kadang susah didapat.

Selama ini kalau aku merasa ragu dengan SVP, sering kali dengan datang ke acara tadi seperti merecharge trustku lagi. Dengar kepala sekolahnya ngomong jadi ingat lagi visi misinya SVP, goalsnya, profilenya. Bikin yakin lagi why i should put my kids here. Why IB curriculum.

Di berbagai kesempatan juga sering kali aku ngobrol dengan orangtua2 senior yang anaknya sudah di smp sma. Sekedar nanya gimana perkembangan anak2 mereka.. Apakah sesuai dengan yang diharapkan? So far dari aku ngobrol2 sih semua puas. Dengan karakter anak2nya, dengan perkembangan kepribadiannya, mereka puas dan bangga with everything their kids are becomes.

Beberapa kali aku ngobrol juga dengan anak sma di sana. Berbagi pengalamannya selama di SVP. Dia pernah kemana aja, punya pengalaman apa. Somehow aku terharu dan gak sabar menanti Anelka mengalami hal menyenangkan seperti itu.

Kalau boleh milih, aku ingin menyekolahkan anakku di Cikal sejak bayi-TK tapi tingkat selanjutnya pilih SVP 😁

Mungkin banyak orang berfikir “ngapain sih sekolah mahal2, sekolah negri juga bisa kok masuk PTN. Sekolah biasa juga bisa kok kerja di perusahaan ternama”. I know. Tapi pengalamannya? Pengalaman dan kesempatan yang didapat anak2 di tiap sekolah kan beda2. Dan aku percaya pengalaman itu ikut membentuk karakter mereka. That’s why aku percayakan Anelka di SVP untuk bisa merasakan pengalaman seeeeebanyak2nya.. Seeeeeekaya2nya.. It makes him, him.

SVP sedang dalam proses mengurus DP alias Diploma Program. Selama ini di SVP masih pakai Cambridge untuk kelas 11-12. Tapi gak lama lagi akan jadi DP kok. Jadi semoga gak ada lagi yaaaa yang bilang SVP itu sekolah IB abal2 atau ecek2 karena programnya gak full sampai DP. It never to be like that. You can check it out at IB website atΒ http://ibo.orgΒ .

Btw SVP tuh kalo gak salah di penilaian terbaru jadi sekolah IB paling tinggi loh nilainya se Indonesia tapi aku mesti make sure dulu sih takut salah ngomong πŸ˜‚

Posted in sekolah

Sekolah Cikal. My forever love β€οΈ

Ha ha ha ini sungguhlah lebay judulnya. But it’s totaly trueee gimana dong πŸ˜‚
Jadi 3 tahun lalu itu akhirnya aku masukin Anelka di rumah main Cikal FX. Merasa kayaknya Cilandak jalurnya lebih enak, akhirnya aku pindah ke sana dan jatuh cinta. Gak lama sih, tapi meninggalkan kesan dalam yang bikin aku nangis saat memutuskan gak meneruskan Anelka di sana. Seakan aku telah merenggut kebahagiannya.

Ketika ada Ameesha, aku sekolahin dia juga ke Rumah Main Cikal FX.

Overall, I’ve never found sekolah se-riang Cikal.. Seperhatian itu, semenyenangkan itu. Apalagi Ameesha berbanding kebalik sama Anelka. Dia suliiiittttt sekali tertawa. Sampai2 pernah dibikin lomba siapa yang bisa bikin Ameesha ketawa haha.. Kalau begitu keadaannya, kemana lagi aku sekolahin dia selain di Cikal kan?

I think they’re the best.Β 

Banyak banget keputusan2 yang dibuat based on their student. Apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka rasakan. Dipikirin banget bener2 kira2 yang buat anak nyaman gimana dulu..

Pada waktu nulis ini aku gak bisa kasih contoh saking banyaknya. Lagi gak kepikiran. Tapi mungkin contoh mau masuk TK aja deh yah..

Jadi sebelum TK itu ada playgroup. Playgroup, masuknya 3x seminggu 3jam lamanya. Di nyaris penghujung semester terakhir, mereka ada semacam penyesuaian. Ada test dan interview yang menghasilkan keputusan ini anak udah siap masuk TK atau belum.

Aku gak tau sih, tes semacam itu baik atau tidak diterapkan. But i think it’s fair enough. Semua punya kesempatan yang sama gak liat umur. Karena jenjang usia di playgroup kan lumayan juga. Bisa 11 bulan bedanya.

Setelah ketahuan mana2 saja yang akan melanjutkan ke TK, mereka merubah level kelasnya. Dibuat semacam kelas persiapan seperti mulai diminta pakai seragam.. Jam belajar ditambah.. Bahkan teman sekelas di kelas persiapan itu akan jadi teman mereka kelak di TK. Jadi mereka gak perlu adaptasi lama nantinya.

Menurutku itu hal baik sihh.. Anak juga lebih nyaman dan smooth transisinya.

Tapi the best thing yang Cikal punya dan jarang ditemui di tempat lain itu SDMnya deh kayaknya. Guru2nya kayaknya kadar kebahagiaannya 500%. Jadi kalau menurut teori anak hanya bisa menyerap 1/5 berarti ya anak2 bahagianya jadi 100% πŸ˜‚ teori ngasal. Bisa akraaab banget bener2 kayak keluarga dan teman. Kayaknya mereka sevisi semua deh.

Foto dari Instagram orangtua murid

Di sebuah acara dengan tema farmer, gurunya aja dandannya kayak gitu πŸ˜‚. Orang2an sawah! ini salah satu guru favorit yang kukagumi. Cikal beruntung sekali punya beliau 😍

Yaudah lah sekian aja postingnya. Gak akan selesai dibahas. Sulit untuk bisa objective. Memang harus merasakan sendiri πŸ˜… Ketemu beberapa orang dari circle beda2 ya kesannya dengan Cikal ya sama. Sehingga suliiittt untuk bisa pindah ke lain hati.

Terimakasih telah membuat sekolah sebagus ini. Sekolah yang menyenangkan dan membuat jatuh cinta. ❀️

Posted in 1 tahun, sekolah

Kecil kecil sekolah?

Hmhhhhh..
Gemes banget dengar ucapan sinis orang2
“masih kecil udah sekolah? Kasian..”
“sekolah pertama anak itu di rumah”
“yaampuuun, masih kecil emang udah ngerti apaa?”

And so on.. And so on…

Gini ya..

Pertama, coba lepaskan bayangan kalau sekolah itu sama dengan diajarin baca, flash card, menghitung, duduk di kursi, mendengarkan guru menulis di papan tulis. Lepaskan lepaskan lepaskan.
Tahun berapa ini? Yes, 2013.

Kurikulum sekolahan itu buanyak sekaliiii.. Kegiatan belajar di sekolah, suasana kelas, cara mengajar guru, dan kegiatan lain2 itu ya mengikuti kurikulum sekolahnya.

So, get your google ready. Search aja tentang International Baccalaureate, Cambridge, International Primary Curriculum, Montessori, Multiple Intelligences, Kurikulum Nasional, Nasional Plus, Sekolah standar Internasional, kurikulum Singapur dan lainlain lainlain lainlain.. Buanyak!

Jadi menurutku sih, term “sekolah” aja yang kayaknya terlalu berat. Mestinya yaa namanya ‘Tempat bermain’ atau ‘Grup bermain’ atau apalah..
Tapi nanti ada juga ya yang bilang “tempat bermain anak itu ya di rumah!” Hehe.. iya, bebas berpendapat kok..

Tujuan aku menulis ini cuma mau kasih gambaran aja suasana di sekolah Anelka. Di Cikal sih lebih tepatnya. Biar kebayang bahwa aku bukan ibu jahat yang ‘maksa’ anaknya untuk sekolah di usia batita hehe..

Pertama, alasan bersekolah.
Kenapa sih nggak di rumah aja?
Menurutku, usia golden age itu kan 0-3thn. Otak anak menyerap seperti sponge, katanya. Sebaiknya memang anak diberikan stimulasi yang banyak sesuai kebutuhan dan perkembangannya.

Nah, Anelka ini pinter banget dan cepet banget ngerti hal baru kalo diajarin sesuatu.. Aku merasa, kalau masukin ke sekolah pasti akan membantu menstimulasi Anelka lebih baik lagi..

Di rumah, aku ada keterbatasan mainan. Keterbatasan fasilitas. Keterbatasan kurikulum juga. Misalnya hari ini ngajarin apa, besok apa? Btw ‘ngajarin’ disini jangan diartikan berlebihan yaa.. ini sesimple mainan es batu, jadi dia tau sensasi dingin.. Atau endus2 kayu manis untuk stimulasi indra penciuman.

“Cuma simple gitu aja masa nggak kepikiran? Kan banyak yang bisa dilakuin di rumah”
Yaudahlah yaa.. aku percaya sama instansi sekolahan dan makanya so far gak berencana mau home schooling dan bikin kurikulum sendiri hehe..

Lalu di rumah Anelka juga gak punya teman sebaya. Kalaupun ada, sesekali ketemu anak tetangga di lapangan tapi yaa anaknya digendong terus, digandeng terus, ini jangan, itu gak boleh, gimana Anelka mau main barengnya..

“tapi kaaaan guru pertama anak itu ibuuu…”
Couldn’t agree more.
Sebelum memasukkan ke sekolah, aku emang jadi guru pertamanya Anelka kok.. Mengajari banyak hal. Kan sejak bayi baru lahir sama aku terus..

Ketika Anelka sekolah juga aku tetep ngajarin macem2.. Nggak lantas lepas tangan “ah anaknya udah sekolah ini…”, nggak…
Justru di rumah dan di sekolah itu katanya emang mesti seirama.. Biar anaknya nggak bingung.. Percuma kan kalo misal disekolah diajarin mandiri, di rumah semuaaa dimanjain.. Apa2 ditolongin, diambilin, dibantuin hehe..

Kedua, pemilihan sekolah.
Bisa dicek di postingan sebelum2nya kalau aku concern banget soal pemilihan sekolah ini. Kayak gimana belajarnya? Gurunya? Kurikulumnya? Dll dll dll.. Jadi nggak sekedar ikut2an masuk ke sekolah yang ngetren aja kok.

Pemilihan sekolah ini penting banget. Yang bikin Anelka senang dan nyaman. Karena yang jalanin kan dia.

Makanya aku gak pilih sekolahan yang pakai kurikulum konvensional jaman dulu. Gak pilih sekolah yang anak toddler di kenalin angka dan huruf. Disuruh ngikutin garis titik2 berbentuk angka 1 2 3 dst.. Gak pilih sekolah yang kasih tugas di rumah. Ada? Banyak banget!

Makanya pilih sekolahnya yang bagus.. yang menghargai minat anak. Yang gak maksa anak. Yang bikin anak seneng. Yang gurunya sayang sama anak2. Yang gedungnya bagus. Yang menyenangkan.

Mahal? Ah relatif..
Makanya aku siapin dana pendidikan sejak Anelka di dalam kandungan.
Disinisin? Pasti. Tapi aku cuek aja πŸ™‚

*ini dari tadi kok kesannya defensif yaa.. apa curhat? Haha :p*

Ketiga, waktu belajar
Untuk usia setahun ini, aku ambil kelas siang jam 12:30. Biar Anelkanya juga udah tidur, udah makan, gak mesti bangun pagi, gak macet2an.. Soalnya jaraknya lumayan kalo ke Cikal.

Terus ini juga cuma 2x seminggu, 1, 5jam aja.. Sama aja kayak mindahin waktu dia main di rumah ke sekolah..

“tapi kan capek di jalan.. kasian anaknya…”
Umm Anelka seneng banget lho di jalan. Nyanyi sepanjang perjalanan sama aku, ibunya.. Bisa perhatiin pemandangan sekitar.. Selaluuuu aja dia berkomentar dengan riang sepanjang perjalanan kalau lagi gak nyanyii

“Mobil di atas..”
“Turun ke bawah..”
“Wak (pesawat) tuuhh waak atass”
“Bisss! Kek (trek)!”
“Motor atas kek (motor di atas trek)”
“Buuuu balooonggg (balon)… buuu asyeeeppp (asep)”
“Masyukk wongan (terowongan).. gellaapp gellaapp gellaaapp.. teaaang (terang)”
Dll dll dll…

Semuaaaa dikomentarin.. Bayangin dengan wajah senyum penuh kekaguman yah.. Nah begitu ekspresinya.. setiap kali berkali kali..

Jadi memang anaknya seneng.. Pernah gak sekolah seminggu karena libur. Di rumah terussss aja nanyain ‘Om Dida’ si guru sekolah.. Minta nanyi lagu ‘tengteng’ (lagu khas pulang sekolah Cikal) setiaaap hari berkali2..

Dan ternyata bukan Anelka aja. Temennya juga merasa kangen sama sekolah. Sampai sekolah teriaaak loncat2 kegirangan karena habis libur seminggu πŸ™‚

Kok sampai begitu emang di sekolah ngapain aja?

Yaa mungkin sama juga dengan beberapa sekolah lain.. Tapi somehow Cikal itu fun! Anak diajak bernyanyi riang riang riang teruss.. semua ada lagunya.. Tau hal baru, ada lagunya.. Mau baca cerita, ada lagunya.. Lagu mars Cikal, ada.. Lagu mau pulang, ada… Gurunya jagoan bangett pula..

Ini sebagian foto2 kegiatan Anelka di sekolah yaa.. Tapi fotonya bukan Cikal aja. Ada Popay Montessori juga waktu Anelka ikut summer class.

image
Cikal Cilandak. Paket Little Picasso. Menggambar pakai tangan

image
Cikal Cilandak. Superb fun story telling

image
Cikal Cilandak. Paket Little Picasso. Bermain jelly

image
Cikal Fx. Paket Bouncing Scientist. Membuat playdogh

image
Cikal Fx. Paket Bouncing Scientist. Percobaan menggembungkan balon menggunakan baking soda

image
Cikal Fx. Paket Bouncing Scientist. Mencampur warna primer.

image
Popay Montessori. Summer Class. Menangkap ikan

image
Popay Montessori. Summer Class. Membuat cap belimbing

“yaampun, jadi cuma gitu doaang? Di rumah juga bisa kaliiii”

Yamemaang.. tapi banyak hal yang didapet di sekolah yang gak bisa didapet di rumah..

Contohnya hal seru rame kayak gini.. ini dia nih lagu “teng teng teng” yang selalu dinyanyikan kalau mau pulang sekolah.. dan Anelka selaluuuu berputar berputar berputar.. di rumah bisa puluhan kali nanyi ini juga..

*pssttt, itu kenapa pakai baju kuning semua? Karena memang tema hari itu warna kuning. Ibu2 berjilbab pink dan anaknya itu lagi trial.. jadi belum terlalu berbaur*

Naaah jadi gituuu…
Siapa bilang ‘sekolah’ itu merenggut waktu main si anak? Justru di sekolah mainnya lebih seruuu..
Lebih rameee..
Lebih bisa belajar banyak hal…
Belajar manajemen konflik sama teman.. Gimana biar mau berbagi?
Gimana biar mau antri kalau mainannya lagi dipakai teman?
Dll dll dll…

Yah begitulah pembelaan ceritaku tentang keputusan menyekolahkan Anelka.

Yang perlu diingat, gak semua kurikulum sesuai dengan anak. Satu anak dengan anak lain belum tentu cocok dimasukkan ke sekolah yang sama. Go figure what fit best to your child..

Let’s have fun and be happy! :*

Posted in 1 tahun, sekolah

Popay Montessori Summer class day #2

image
Hari ini sekolahnya diantar ayah.. Lalu karena pengalaman melelahkan kemarin, mulailah kami mencari alternatif jalan. Lewat kalimalang gak bersahabat banget ternyata kalau pagi..

Sampai sekolah tetap telat sih.. Tapi paling tidak, waktu di jalan lebih singkat..

Art&craft hari ini, fruit stamping menggunakan belimbing. Maksudnya agar berbentuk bintang2 di kertas.. Tapi punya Anelka gak ada bintang2nya haha.. Sibuk corat coret sih :))
image
image
Setelah selesai, seperti biasa diminta jalan ke washtafel untuk cuci tangan.. aahh kalau udah cuci tangan begini betah deh si mas hehe
image
Eh ternyata prakaryanya belum selesai.. ada lagii menempel manik2 di atas gambar kupu2.. Aku sengaja nggak bantu.. Jadi walau berantakan dan belum selesai yaa emang bikinannya sendiri hehe
image
Habis itu, biasa deh nanyi2 sambil missnya joget2.. Nah tumben nih udah mulai mau masuk di lingkaran. Meskipun cuma bengong ngeliatin..
image
Setelah pulang, as always Anelka nggak lepas ngeliatin aquarium isi ikan.. dan missnya kasih ijin buat ngasih makan ikan! Horee hihi..
image

Kesan hari kedua:
Lebih santai dan nggak secapek kemarin. Anelka juga senang, aku pun lebih ceria.. Setelah kupikir2, mungkin karena pagi diantar dan pulangnya pakai taksi memang lebih enak. Gak capek liatin macet.. Batin lebih tenang haha..
Perlu supir ternyata yaaa :))
Oiya, untuk taksi. Gampang sih cari dari apartemen tempat Popay berada ini. Soalnya dekat sini memang ada pool taksi.. Jadi di sepanjang jalan ya ada aja.. Satpamnya juga baik, mau bantu panggilin πŸ™‚

Posted in sekolah

Sekolah sekolah di Bekasi

Entah yaa, kemarin itu rasanya capek, lelah. Untuk jarak 21KM dari rumah, waktu tempuh pergi 1, 5jam, pulang 45menit kayaknya too much buat Anelka yang masih kecil..

Ok, mari mencari alternatif beberapa pilihan sekolah di Jatibening Bekasi.

Sekolah Citta Bangsa
Katanya ini dulunya Putik. Sekarang ganti nama. Gampang nyari sekolah ini. Begitu sampai, disambut dengan ramaaaaah sekali..
Jadi untuk kelas toddler masih 2x seminggu sekolahnya..
Tapi sayang sekali mbak yang menerima saya nggak bisa menjelaskan tema2 apa yang akan diajarkan.
“Tergantung gurunya”, katanya.
Field trip juga katanya ada. Tapi “tergantung gurunya”. Jadi sepertinya belum dishare, atau belum dibuat materi untuk periode pengajaran berikutnya. Jadi kurang meyakinkan hehe..

image

image

image

Biaya
Kelas bintang (1, 5thn-2thn)
Joining fee: 2, 000, 000
Iuran bulanan: 550, 000

Edelweiss

image

Saya nggak berniat kesini tadinya. Tapi sekalian lewat, yasudah lah mampir saja tanya2..
Sekolahnya ada tepat di pintu masuk perumahan Jati Bening Estate. Ada toddler-SD kalau nggak salah.
Saya masuk, mbak2 informasinya sedang makan. Lalu berusaha menelan habis yang ada di mulutnya,Β  baru mencoba berbicara dengan saya. Umm buat saya itu udah nilai minus hehe..
Oke, saya mulai tanya2 tentang program.
Secara singkat, sebelum memulai pelajaran setiap harinya, anak2 dipersilakan main di “Discovery Room”.
Isinya mainan segala rupa. Ruangannya ada di paling depan menghadap jalan raya. Dan agak bahaya juga kalau nggak diawasi, anak2 bisa lari ke jalanan. Meskipun ada pagar, tapi tetap bisa keluar hehe..

image

Yang bikin saya agak kaget, kelas Kiddy 1 (2thn) sudah diajarkan menulis huruf, angka, dan ada PR!! O_o
“Ada fasilitas apa aja ya mbak?”
“Yaa ruangan kelas ber-AC. Ada 1 kelas yang ada kamar mandinya di dalam. Kelas yang lain sih nggak ada, kelas itu doang. Udah sih itu aja”
Saya udah senyum aja deh hehe..
Dan yang saya kurang suka lagi,Β  pelajaran agama itu diajarkan 1x dalam seminggu, di luar jam kelas rutin. Jadi ada tambahannya sekitar 45menit kalau tidak salah. Dan dipisah2 berdasarkan agama masing2.

Biaya
Gak ada brosur atau apa.. Dikasih lihat kertas dalam map ya saya foto aja.
Agak kurang jelas, bukan karena blitz yaa.. karena cahaya matahari terpantul plastik.

image

Unity School
Sepanjang Jati Bening banyak sekali spanduk. Salah satunya sekolah ini. Saya menepi sebentar, browsing, buka websitenya trus langsung suka! Aduh lucu iihhh…
Oke meluncur ke Galaxy..
Dari awal masuk Galaxy Bekasi,Β  itu ada papan petunjuk jalannya terus ke Unity. Jadi gampang carinya.. sampai di sebuah ruko jalan jelek, nggak ada tanda lagi dan orang2 sekitar nggak ada yang tau Unity itu apa dan di mana..
“Adanya Gis”, katanya..
Sampai satpam juga banyak yang nggak tauu..

Ternyata setelah ketemu,Β  memang sekolah ini dulunya GIS, Golden International School. Oalaaaahh..
Agak kaget sih.. kok seperti gedung lama dan catnya kusam.. kirain sekolah baru.. Dan nggak match banget sama websitenya hehe..

image

Masuk ke sana, saya diminta duduk menunggu di depan meja informasi, karena akan dipanggilkan wakil kepala sekolah.
Wah! Kaget, kagum. Serius sekali mereka. Nilai plus!
Setelah ngobrol2 dengan kepala sekolah, agak2 saya simpulkan, sekolah ini agak mirip dengan Edelweiss.
Tema2nya sama.. Diajarkan menulis, huruf, angka, dan dari yang saya tangkap, metodenya mirip.
Unity ini pro diknas sekali. Sampai2 umurΒ  Anelka kurang 1 bulan dari yang ditetapkan saja nggak bisa masuk. Jadi mesti tunggu di kloter berikutnya hehe..
Hmm..
Saya nggak keliling sekolah, nggak keliling kelas.
Mereka nggak punya indoor playground. Hanya ada outdoor, yang di depan pintu masuk.

image

Biaya
Untuk kelas toddler
Uang Pangkal: 3, 000, 000
Uang kegiatan: 1, 300, 000
Seragam: 400, 000
Formulir: 250, 000
Spp/bln: 350, 000

Global Prestasi School
Ternyata gedung TK pisah dengan SD-SMA. Yang saya datangi yang di samping Mitra10 kalimalang.
TKnya ada di komplek Pondok Kelapa Indah. Bentuknya rumah.. nanti saya update yaaa…

Sekolah Mutiara International School
Bingung banget sama sekolah ini nih… Kemarin nggak ketemu saya muter2.. Katanya di Jl.Cikunir raya.. saya telusuri belum ketemu. .
Katanya lagi dari billboard-nya, entrance 200m. Padahal berdasarkan peta saya 600m baru ada jalan masuk hehhe…
Nanti kalau lagi niat, saya cari lagi ya sekolahnya…

Kesimpulan saya, saya belum puas hehe.. belum ketemu sekolah yang satu tujuan dengan saya dalam membesarkan Anelka.. huhu…
Kalau nggak ketemu2 gini, kemungkinan akan di highscope kuningan.. tapi jaraknya ituuuu hikss. .

Posted in 1 tahun, sekolah

Popay MontessoriSummer class #day1

image

Deg2an!
Soalnya Anelka demam sejak semalam. Gak rewel sih. Tetep main sana sini kayak gak lagi demam. Padahal lumayan tinggi suhunya, 38,7.
Daaan karena anaknya gak kelihatan lemas, kuputuskan tetap ke Popay.

Perlu diingat, summer class ini isinya hanya main2 yaa.. gak bertema atau bertarget seperti saat masuk sekolah biasa. Jadi materinya biasa aja.

Sampai Popay, terlambat aja doong hihi sudah kuduga. Dan keterlambatan ini berlangsung terus selama 10 hari kedepan :))

Sampai kelas, teman2nya sedang sibuk dengan prakarya masing2. Kami berkenalan singkat dengan guru2nya, lalu Anelka dikalungi name tag bertuliskan “Langit Anelka”

image
Suasana kelas ketika Anelka datang. Sibuk!

image

Prakarya hari ini, menempelkan colored rice ke atas gambar bunga. Karena Anelka terlambat, warna warni beras sudah tercampur jadi satu hihi..

Setelah selesai (punya Anelka belum tertempel beras semua sih, tapi dia maunya gitu aja), diajari untuk membereskan serpihan beras di meja.. Mereka diminta mengambil sapu dan pengki di tempatnya, bersih2 meja, lalu mengembalikan sapu tadi ke tempatnya.

image

Setelah bersih semua, anak2 kecil ini diminta duduk di lingkaran biru untuk bernyanyi dan menari bersana.
Anelka sempat nggak mau sih, dia pilih melihat ikan di dalam aquarium yang berada di luar kelas πŸ˜€

image

Setelah kubujuk, akhirnya dia mau mendatangi lingkaran biru tapi nggak lama.. lebih tertarik keliling kelas..oh masss :p

image

Setelah nyanyi2 dan joget singkat, mereka bermain permainan umm apa yaa namanya? Yang kalau musik berhenti, langsung rebutan kursi itu lhooo..
Anelka gak mau ikutan muter2in dan rebutan kurssi.. dia malah menarik kursi sendiri hihi..
Pinter amat sih, mas.. kursi banyak ngapain rebutan yaa? :’)

image

image

Kegiatan selanjutnya, story telling! Aakk Anelka juga cuma bertahan sebentar aja dengerinya :)) oh well..

image

Sekian pengalaman ke sekolah hari ini…

Gimana kesaannyaaa?
Honestly,Β  i’m not happy 😦
Lho kok pendapat ibunya?
Yah aku aja nggak seneng, apalagi Anelka.. Dan gimana aku bisa menghibur dia kalau aku juga gak seneng kaaan?
Perjalanan pergi, 1,5jam. Pulang 45menit. Yang diajarin di sekolah termasuk kategori biasa aja lho.. Nggak segitunya dipaksakan untuk diperjuangkan.. Masa hal gitu doang nggak ada di sekolah deket rumah sih? (Dan emang nggak ada huhu syedih) -___-
Seketika aku merasa konyol. It doesnt make sense. Kayaknya energi dan tenaga dikuras selama dalam perjalanan. Hmmm baiklah.. Sepertinya aku harus mencari sekolah dekat rumah lagi nih..

Ya nggak sihhh? :/
Let’s go!

Posted in sekolah

Holiday Program 2013

Banyak sekali lho sekolah2 yang mengadakan Holiday Program. Biasanya program ini rutin diadakan setiap tahun dengan tema berbeda2.. Selama bulan Juni-Juli, kelas berlangsung antara 2-3minggu dengan pertemuan setiap hari.
Beberapa diantaranya:
Highscope. Untuk kelas mulai dari 1,5tahun ke atas. Anelka belum bisa ikut, jadi aku gak tanya lebih banyak. Bisa cek ke (021) 7591 7888

Sekolah Cikal
image

Lain dari yang lain, program liburannya Cikal membuat drama musikal.. Seru yah sepertinya hihi.. Anelka juga belum bisa ikut sih ini :p

Popay Montessori Mulai dari 1 tahun dan sudah bisa jalan. Setelah diskusi berjamjam dengan Mas Anvid, kami memutuskan memasukkan Anelka ke program ini.. Sekalian melihat kira2 seneng gak kalau diikutkan ke kelas rutin.

image

image

image

image

Seperti di atas itu activity nya. Ya memang main2 saja isinya.. Selama 1, 5 jam hihi..
Feenya 1, 3jt untuk program 2 minggu. Kalau tambah seminggu lagi, yang ada program musiknya, tambah 600ribu.
Kami mau lihat dulu Anelkanya senang gak di kelas. Jadi baru daftar yang untuk 2 minggu deh πŸ™‚

Edelweiss Jati Bening Lagi iseng2 lewat lalu baca sepintas di spanduk. Bahwa mereka mengadakan program liburan juga.. Tapi saya tidak memutuskan untuk bertanya. Kalau mau tahu lebih lanjut, ini website sekolahnya silahkan dihubungi^^

Ahhh semoga Anelka senang ikut program ini.. Another milestone :’)