Posted in Uncategorized

Being my self.

What a tough week i’ve been through. Bolak balik Polsek setiap hari sungguh melelahkan dan menguras energi. Emotionally drained. Kalau sudah saatnya aku akan cerita. Aku harus cerita.

Anelka sampai pulang dengan temannya mungkin 4x semiggu kemarin. Thank you, tante Christine ❀️ Aku hanya sempat anter Anelka, langsung pergi. Sampai rumah larut malam..

Muka gak pernah senyum, negur orang males, mute semua grup yang kupunya, sedikit berhubungan yang kurasa penting aja. Not in a good mood.

But yesterday is different. 

Awalnya aku harus bertemu mereka yang di foto atas karena mereka mau ke rumah untuk bermain bersama Ameesha yang ulang tahun hari ini. Sehari lebih cepat tapi kupikir kenapa tidak?

Demi anak2, demi Ameesha yang akan senang sekali kalau banyak temannya. Demi Anelka yang pasti akan bahagia bertemu teman sedari kecilnya. Mau tidak mau aku harus menyusun mood yang baik. Meski semalaman habis tidak bisa tidur πŸ™ˆ

Rencana ke Bekasi berubah jadi ke Kemang. Surprisingly, aku merasa tenang. Tenang gak harus repot2 dandan. Tenang gak harus repot2 mandi untuk ketemu mereka. Tenang gak perlu basa basi. Tenang gak perlu memaksakan senyum. Aku gak senyum juga mereka gak akan tanya. Dan yang terpenting tenang gak ditanya, “ada apa?”.

Kadang masing2 kita perlu memiliki teman seperti mereka. Teman yang bisa membuat kita merasa content menjadi diri sendiri tanpa berusaha menjadi orang lain. Teman that let you be you.

So thank you, guys!

Posted in My story, Uncategorized

I’m Always Gonna Love You

😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Baru aja nonton La La Land lalu campur aduk nggak tau mesti review apa. Film musikal is not really my type but La La Land gives something different.

Ok, kembali ke judul.

Masing2 orang pasti punya pengalaman cinta sendiri2. Gak sedikit juga yang punya perasaan kayak judul di atas. Tanpa bermaksud menghianati pasangan yang sekarang tapi kita juga gak bisa merubah hal yang pernah terjadi di masa lalu.

Menurutku kisah percintaan gak harus berakhir dengan pernikahan, makanya aku gak setuju banget sama akhir film AADC2 dan ngerti banget rasanya film La La Land ini 😭

Sakiiiittt dan nggak mudah.

Tapi tentu kita sama2 tahu, tanda cinta paling dalam adalah saat kita saling mendoakan diam-diam.

Hmmm..

I guess, I’m always gonna love you too.

Posted in Uncategorized

Merasa Cukup

Haduh kayaknya aku sebelumnya pernah  bahas ini juga deh, tapi kayaknya ‘cukup’ itu memang rasa yang sulit dicapai πŸ™ˆ

Memangnya gampang merasa cukup punya baju di lemari tanpa beli yang baru?

Memang bisa merasa cukup dengan sepatu hitam yang sudah kita punya 2 di rumah?

Memang mau makan di resto siap saji ketika ada uang lebih bisa makan di restoran mahal?

πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

Aku sendiri suliiittttt rasanya mengendalikan hal itu. Tapi selama tidak merugikan orang lain, ya itu jadi tanggung jawab kita sendiri kan? Paling hanya uang tabungan yang habis. 

Tapi kalau yang namanya sudah memakai uang orang lain, menggunakan uang yang semestinya bukan haknya, seperti memakai uang arisan atau menyuruh suaminya korupsi di perusahaan itu sudah gak bisa dibiarkan.

Itu penyakit.

Penyakit yang harus kita sendiri dengan kesadaran penuh untuk bisa menahannya.

Sulit banget lah pasti rasanya liat temen2 liburan kok gue nggak. Lihat temen2 makan enak kok gue nggak. Lihat temen beli tas baru kok tas gue udah buluk.

Tapi emang kenapa?

Memangnya dengan kita gak beli tas baru, gak liburan, gak makan mahal kita jadi gak punya teman? Kalo iya ya berarti lingkungan pertemanan kita gak sehat. Boleh diganti aja nggak?

Kita semestinya bisa merasa content dengan apa yang kita jalani dan hidupi. Gak usah terlalu pusing orang mau berfikir apa. Kita mau jadi malaikat pun, pasti ada aja yang nggak suka.

Jadi ya udah. Merasa cukup aja lah dengan kehidupan kita. Kalau gak ada gak usah dipaksa ada. Usaha boleh, asal gak merugikan orang lain.

Mencoba menahan diri tapi dengan uang sendiri jauh lebih berkah kok dibanding gaya2an tapi gak halal pakai uang orang lain. Pembuktian yang paling hebat ya pembuktian ke diri kita sendiri. Bisa nggak kita merasa bahagia dengan apa adanya kita?

Kukira begitu.