Posted in Parenting

#PlaylabID bersama Fisher Price

image

Siang tadi diajak Tika dateng ke PlayLab-nya Fisher Price di Four Seasons Hotel.

Apasih PlayLab?
Jadi PlayLab itu semacam acara kumpul2, sharing di small group, antara Fisher Price dan ibu2 sekaligus anak mereka yang rentang usianya sesuai dengan targetnya Fisher Price.

Tadi itu baru pertama kali di Indonesia. Katanya nantinya akan diadakan berkala sesi2 begini..

Kalo di tempat asalnya di East Aurora, NewYork sana, PlayLab tuh tempat semacam tes kecil2an. Anak dan ibu dibiarkan bermain dengan produk2 Fisher Price, sedangkan tim dari Fisher price memantau dari balik one way mirror.
Kira2 itu mainan enak gak dipegangnya, si anak bisa gak maininnya, dsb. Seru yaaaaa.. All they have to do is to play play play! πŸ™‚

Sebetulnya, bermain itu hal yang penting untuk perkembangan anak. Tapi sayangnya, di indonesia ini katanya kurang mendapat perhatian. Rata2 yang dibahas itu mengenai nutrisi dan gizi anak, pakaian, sekolah, porsi bermain masih sedikit dibahas. Padahal itu nggak kalah penting..

Aku pernah sih dateng ke seminar tentang “Bermain” dan punya juga buku yang isinya tentang bermain anak, tapi mungkin memang nggak sebanyak pembahasan topik anak yang lain yaa..

Banyak kutemuin komentar2
“Ah bingung mau beli mainan apaan.. anak gue mainan botol aqua juga udah seneng..”
Atau
“Sayang ah beli mainan mahal2, anaknya cepet bosenan..”

Nah visinya PlayLab di Indonesia ini bukan agar kita beli mainannya Fisher Price kok. Tapi lebih ke edukasi bahwa bermain itu penting buat anak. Kayak gimana mainan yang tepat, apa kegunaannya dll gituu..

Bermain dengan mainan yang tepat bagi balita itu bisa menstimulasi motoriknya, melatih problem solving, mempertajam alat indera, dll..

Tadi Ruben dari Mattel juga sempet menjelaskan. bahwa mainan itu bukan buat bikin anak kita sibuk terus dia jadi anteng dan kita bisa ngapa2in.. Tapi ya kita juga mestinya dampingi anak kita.. Bermain bersama.. Dan mainan juga gak sekedar asal mainan yaaa..
Sebaiknya, mainan itu memang sesuai dengan usia anak. Karena produsen2 mainan kayak Fisher Price gini kan bikin mainan tuh bener2 diteliti dulu gitu kaan sesuai kemampuan anaknya..

Misal, untuk anak 3 bulan yaa mainannya nggak mungkin dong yang berat2 atau puzzle misalnya. Mana bisa juga dia kaan..

Kasih mainan yang nggak sesuai usia itu bisa bikin anaknya jadi cuekin mainannya karena mungkin belum ngerti dan belum tertarik.. Nanti bt lagii udah beli mahal2 nggak dimainin hihihi

Aku pernah juga terinspirasi dari sebuah blog. Dia cerita bahwa dia sengaja nggak banyak beli mainan yang printilan nggak gitu penting. Mending uangnya dia tabung untuk beli mainan yang bener2 bagus sekalian. Karena bermain itu merupakan investasi jangka panjang.

Pernah juga aku dengar seminar, kita tuh nggak perlu beli mainan2 mahal. Sesimple main sama anggota tubuh kita tuh juga menyenangkan..

Well, kalo aku ada di tengah2 aja.. Beliin mainan yang sesuai kebutuhan.. Misal Anelka lagi belajar genggam, beli mainan yang bisa menstimulasi genggaman. Anelka lagi belajar manjat, beliin perosotan. Jadi sesuai kebutuhan anaknya aja. Jadi yaa mainannya Anelka nggak banyak tapi nggak sedikit juga..
Selain bermain dengan mainan, aku sama Anelka juga bermain dengan peralatan dapur, alat melukis dan perangkat bersih2 hehe πŸ˜€

Seneng banget tadi ngobrol2 di PlayLab-nya, akrab dan hangat.
Terimakasih yaaa Fisher Price :*

Oiyaa pesanku, sehabis bermain jangan lupa ajak beres2 juga yaa.. Nggak ada yang terlalu dini kan untuk mengajarkan kebiasaan baik? πŸ˜‰
image

*foto lain menyusul yah hihi*