Posted in My story

Ganggu rumah tangga orang (?)

Barusan, ketika mau menidurkan Anelka, hp saya bunyi.. yah bangun lagi deh ini anak..
Saya angkat, ada suara samar2 gak jelas di sebrang sana.. “ini Ayu yaa?” selanjutnya saya nggak bisa dengar, karena hp langsung direbut Anelka “ayaaah ayaaah? Ayaaaahh!” errrr..

Telfonnya berdering lagi, dan hal di atas berulang lagi..

Ketika saya sedang mengetik sms menanyakan siapa gerangan yang menelfon saya? Ternyata ada sms dia masuk.

Istrinya mantan saya. *kalem* :))

Tentu udah bisa ditebak kan isinya, jangan ganggu suaminya, ganggu rumah tangganya 🙂

Hmhhhh *hela nafas dulu*

Agak gak terima, karena saya gak melakukan apa2, menghubungi mantan saya pun nggak. Saya hanya membalas curhatan mantan saya dan itu juga atas sepengetahuan suami saya hehe..

Well, saya nggak akan bikin pembelaan di sini. Poin saya adalah, kalau saya di posisi istri mantan saya itu, saya nggak pernah berfikir untuk konfrontasi dengan pihak ketiga kalau ternyata Mas Anvid selingkuh atau apa..

Instead of being protective, saya merasa hanya akan terlihat konyol. As a Taurus, kayaknya hal itu sangat saya hindari hehe.. Menurut saya, kalau sampai terjadi seperti itu, yang mesti diajak bicara ya Mas Anvid. Karena kan gak akan terjadi apa2 juga kalau mas Anvid nggak menanggapi.

Untuk kasus ini apalagi. Nggak tepat sasaran rasanya hihi.. Dan masa si istrinya mantan itu sampai kirim message ke Mas Anvid menyuruh untuk menasehati saya.. Bukan porsinya lah.. Tapi ya namanya cemburu sih yaaa 😐

Saya dan mantan2 saya memang berteman baik. Sekali lagi, atas sepengetahuan Mas Anvid kok. Menurut saya nggak ada hal yang mesti ditutupi sampai Mas Anvid nggak boleh tau.. Habis diskusi dan ngobrol dengan mantan saya, biasanya saya cerita sama Mas Anvid layaknya ngobrol dengan teman biasa saja.. No heart feeling…

Mungkin nggak semua hubungan bisa begitu, Mas Anvid awalnya juga sulit menerimanya.. Tapi saya selalu kasih tau gimana hubungan saya dengan mantan saya, gimana kami berinteraksi, saya selalu libatkan Mas Anvid sampai akhirnya dia mengerti dan merasa biasa aja. Communication is the key.
Masa lalu kan nggak bisa hilang dari ingatan, dan nggak semua orang putus hubungan sama mantannya. Jadi jalan tengahnya kalau kami ya keterbukaan aja. Cerita cerita cerita… Saya paling nggak enak rasanya kalau menyembunyikan sesuatu dari mas Anvid.

Tapi bukan berarti kami saling punya informasi ke daerah pribadi masing2 yaa.. password email, social media, nggak saling berbagi.. Menghargai privacy masing2.. Ya masa saya ngecek2 email mas Anvid yang masuk? Buat apa? Kalau sudah saling percaya dan menjunjung tinggi keterbukaan satu sama lain, saya kira nggak perlu ngecek2 daerah pribadi..

Pernah lho saya mentioned mantan saya yang lain di twitter, yang balas pasangannya. Nggak ngerti apa maksudnya. Kalau saya sih capek yaa hidup begitu 🙂

Well, itu preference rumah tangga masing2, pilihan masing2.. Semoga saya dan Mas Anvid bisa tetap menjaga komitmen masing2 terhadap apa yang kami perjuangkan dalam rumah tangga ini 🙂

Amiiinnn…