Posted in sekolah

Open House Kinderfield Rawa Domba

Open House ke 3, Kinderfield rawa domba!
Dulu waktu cari2 sekolah, dapet nama Kinderfield di forum.. Reviewnya bagus2.. Jadi saya keliling cari ini sekolah di perumahan Duren Sawit. Ketika sampai sana, agak kaget sih. Kotor, berantakan, dan di rumah biasa. Tempat mainnya juga sempit dan kecil. Lalu ada bapak2 jaga yang galak hehe.. Akhirnya saya keluar lagi dari pekarangannya, nggak jadi turun hihi

Mungkin, sekali lagi mungkin, banyak orang tua lebih melihat ke hasil. Anaknya jadi “bagus” setelah bersekolah di sana, maka mereka merekomendasikan sekolah tersebut. Kalau saya maunya ya proses ya lingkungan ya semua2nya juga bagus, tapi semampunya saya. Jadi Kinderfield Duren Sawit saya coret dari list πŸ™‚

Kinderfield lalu pindah ke Rawa Domba. Dari Toddler – SMP dengan nama Highfield.
Gedungnya besar, jauh lebih bagus dari Duren Sawit yang sekedar rumah (ya iyalah). Jadi saya berharap lagi sama ini sekolah hihi..

Biaya
Fee structure 2013-2014
Admission fee 7,000,000 (Toddler-Kindergarten)
Toddler-Kiddy1 development fee 2,500,000 (yearly) tuition fee 2,550,000 (termly)
Kiddy 2 development fee 3,000,000 (yearly) tuition fee 3,000,000 (termly)
Kindergarten development fee 3,500,000 (yearly) tuition fee 4,200,000 (termly)

Admission feenya lebih mahal dari Kinderfield Tebet dan 2x lipat dari harga Kinderfield lama waktu masih di Duren Sawit :p yaiyalah..

Open House
Sampai lobby, nggak ada tulisan apa2.. Hanya ada tulisan “Welcome” di ruangan administrasi. Masuk ke sana, diberitahu, belok aja di sana, nanti masuk ke dalam kelas. Umm oke deh. Beda sekali dengan dua sekolah sebelumnya, pikir saya..
Setelah belok ke tempat yang dimaksud, baru ada staf Kinderfield yang memberikan greetings dan memberitahu letak kelas.
Masuk kelas, full house! Tampaknya mereka tidak menyangka akan sepenuh ini yang hadir. Jadi ada beberapa yang berdiri termasuk saya, sambil mendengarkan materi presentasi dalam bahasa Inggris.

Gak lama, ada kursi2 tambahan, saya pun duduk. Sambil celingak celinguk memperhatikan dekorasi kelas. Buat saya ini penting! Karena ini memperlihatkan apa yang dikerjakan anak selama di sekolah πŸ˜€
Pertama, saya lihat gambar2 ikan di tempel di kaca. Seragam, beda warna. Lalu, Jadwal sehari2 bentuk ayam. Seragam, beda warna. Lalu saya melihat beberapa tempelan kertas di dinding, hasil tulisan dan gambar anak2 mengenai asal mula “madu” sepertinya. Tapiiii, dari sekitar 10 kertas, sama semua plek plek. Hmmm..

Lalu sambil masih mendengarkan presentasi, kami dibagikan handout materi, dan selebaran brosur mengenai harga, lalu tiba sesi pertanyaan. Saya nggak ngerti juga kenapa, semakin lama semakin sedikit yang ada di kelas. Mereka bosan atau apa yaa..
Kami sempat diberi lihat portfolio atau hasil belajar anak walau cuma 1 lembar. Saya melihatnya kok seperti tk pada umumnya dengan metode pengajaran biasa.

Setelah sesi pertanyaan, ada praktek sistem pengajaran di kelas dengan dua guru yang berbeda. Pertama, mengajarkan cara pengucapan huruf “L” dalam sebuah kalimat. Si guru memegang gambar. Dalam gambar, ada anak bernama Laura memegang lollipop. Sambil bernyanyi, guru menunjukkan huruf L itu seperti apa.
Guru ke dua mengajarkan konsep angka dan sebuah bilangan. Misalnya 10, anak harus tau 10 itu sebanyak apa dengan beads. Metode Montessori memang mengajarkan anak melalui pendekatan konsep. Agar mereka lebih memahami. Tapi entah mengapa, saya bosan sekali melihat kedua praktek pengajaran itu. Saya pernah lihat yang lebih menarik.

Saya juga sempat bertanya, “apakah tiap anak mempunyai alat peraganya masing2 untuk bisa menyentuhnya langsung?” Kata mereka tidak. Yang pegang ya gurunya. Anak berkumpul mengitari dan melihat. Mungkin 1 atau 2 anak saja yang maju dan dapat memegang langsung.
Saya bertanya lagi, “apakah mereka memakai peralatan yang sebenarnya? Piring gelas dari beling?” Karena metode Montessori mestinya mengajarkan itu. Kata mereka tidak. Karena takut pecah, jadi mereka ganti saja alat peraganya dengan plastik.

Hmmmm… Oke deh.. Semangat saya semakin surut surut surutt..

Baiklah, waktunya berkeliling..
Gedungnya mungkin lantai 5. Full bangunan, dengan lift. Nggak ada pohon2 besar nan rindang. Tetapi mereka punya lapangan bola dan halaman rumput luass di belakang. Lalu kami diajak melihat2 ruangan kelas, dan seperti yang saya bahas tadi.. lalu sensory area atau ruangan montessori. Alat2 peraga ada di ruangan ini. Jadi tidak dicampur di dalam kelas seperti bagaimana montessori seharusnya..
Indoor playgroud mereka tidak punya. Outdoor playground belum jadi. Kolam renangnya lumayan besar. Lebih bagus dari punya Cikal.

Lalu saya bertanya “kita kemana lagi ya?”, dan kami diajak ke lantai atas, untuk melihat perpustakaan dan lab komputer. Perpustakaannya besar, tapi tidak bisa lihat berkeliling karena sedang ada OH untuk SMP. Setelahnya, saya sempat mengintip lab komputernya.. Yah, gak pakai iMac hihi..

Ok, selesai deh acara berkelilingnya.. Mungkin tinggal 3 pasang orangtua yang ikut keliling sampai akhir.. Secara keseluruhan, ok2 aja sih menurut saya. Meskipun saya nggak terlalu suka konsep gedung kokoh begini untuk sebuah sekolah.
Kinderfield punya cabang banyak dan sudah terpercaya. Yang saya lihat kemarin kan hanya sebagian kecil dan dari sudut pandang saya saja πŸ™‚
Tadinya saya memilih sekolah ini untuk Anelka preschool. Karena dekat dari rumah, paling 5-10 menit sampai. Tapi setiap hari saya kepikiran terus sama gambar2 ikan seragam itu πŸ˜€ suami saya ketawa aja setiap saya bimbang “gimana nih gambar ikan?” πŸ™‚ jadi yaaah lihat tahun depan deh.. Kalau nanti ketika trial Anelka senang, ya mau gimana lagi hehe

Ini foto2nya lumayan banyak dan lengkap. Dari gedung tampak depan, tulisan “welcome” yang tadi saya bilang, suasana kelas, dan fasilitas πŸ™‚

20121127-164802.jpg

20121127-164818.jpg

20121127-164832.jpg

20121127-164844.jpg

20121127-164858.jpg

20121127-164905.jpg

20121127-164917.jpg

20121127-164926.jpg

20121127-164938.jpg

20121127-164945.jpg

20121127-164953.jpg

20121127-164959.jpg