Posted in Uncategorized

Your phone, please..

Kayaknya demam gadget udah agak mereda ya sekarang ini dibanding tahun2 lalu. Ketika orang mulai mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Sekarang sepertinya sudah banyak yang bisa menempatkan diri untuk gak mainan handphone saat berbicara dengan orang lain. Risih banget deh aku kalau liat orang yang masih mainan hp saat lagi kumpul bareng2.. Emang penting banget yaaa? 😜

In my younger age, kelaukanku juga pasti begitu sih.. Saat demam2nya baru muncul social media.. Lucky me, aku sempat dekat dengan beberapa orang yang jauh lebih tua dibanding aku dan bisa kasih tau bahwa that’s not nice. That’s not how you treat people. Seriously mereka ngomong the exact words.

Sejak itu aku sadar untuk harus selalu taruh handphone aku di setiap kencan dan makan malam 😀 Susahnya sih ketika sedang dekat dengan lebih dari 1 orang. Kalau lagi kencan sama yang 1nya, yang lainnya nyariin dan harus rela gak terima kabar 😅

Anw my point is.. Please being present at where your are. Scroling instagram atau baca WA group saat lagi ngobrol sama orang tuh nggak banget deh.. Your phone, please….

Posted in Uncategorized

Being my self.

What a tough week i’ve been through. Bolak balik Polsek setiap hari sungguh melelahkan dan menguras energi. Emotionally drained. Kalau sudah saatnya aku akan cerita. Aku harus cerita.

Anelka sampai pulang dengan temannya mungkin 4x semiggu kemarin. Thank you, tante Christine ❤️ Aku hanya sempat anter Anelka, langsung pergi. Sampai rumah larut malam..

Muka gak pernah senyum, negur orang males, mute semua grup yang kupunya, sedikit berhubungan yang kurasa penting aja. Not in a good mood.

But yesterday is different. 

Awalnya aku harus bertemu mereka yang di foto atas karena mereka mau ke rumah untuk bermain bersama Ameesha yang ulang tahun hari ini. Sehari lebih cepat tapi kupikir kenapa tidak?

Demi anak2, demi Ameesha yang akan senang sekali kalau banyak temannya. Demi Anelka yang pasti akan bahagia bertemu teman sedari kecilnya. Mau tidak mau aku harus menyusun mood yang baik. Meski semalaman habis tidak bisa tidur 🙈

Rencana ke Bekasi berubah jadi ke Kemang. Surprisingly, aku merasa tenang. Tenang gak harus repot2 dandan. Tenang gak harus repot2 mandi untuk ketemu mereka. Tenang gak perlu basa basi. Tenang gak perlu memaksakan senyum. Aku gak senyum juga mereka gak akan tanya. Dan yang terpenting tenang gak ditanya, “ada apa?”.

Kadang masing2 kita perlu memiliki teman seperti mereka. Teman yang bisa membuat kita merasa content menjadi diri sendiri tanpa berusaha menjadi orang lain. Teman that let you be you.

So thank you, guys!

Posted in My story, Uncategorized

I’m Always Gonna Love You

😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

Baru aja nonton La La Land lalu campur aduk nggak tau mesti review apa. Film musikal is not really my type but La La Land gives something different.

Ok, kembali ke judul.

Masing2 orang pasti punya pengalaman cinta sendiri2. Gak sedikit juga yang punya perasaan kayak judul di atas. Tanpa bermaksud menghianati pasangan yang sekarang tapi kita juga gak bisa merubah hal yang pernah terjadi di masa lalu.

Menurutku kisah percintaan gak harus berakhir dengan pernikahan, makanya aku gak setuju banget sama akhir film AADC2 dan ngerti banget rasanya film La La Land ini 😭

Sakiiiittt dan nggak mudah.

Tapi tentu kita sama2 tahu, tanda cinta paling dalam adalah saat kita saling mendoakan diam-diam.

Hmmm..

I guess, I’m always gonna love you too.

Posted in Uncategorized

Merasa Cukup

Haduh kayaknya aku sebelumnya pernah  bahas ini juga deh, tapi kayaknya ‘cukup’ itu memang rasa yang sulit dicapai 🙈

Memangnya gampang merasa cukup punya baju di lemari tanpa beli yang baru?

Memang bisa merasa cukup dengan sepatu hitam yang sudah kita punya 2 di rumah?

Memang mau makan di resto siap saji ketika ada uang lebih bisa makan di restoran mahal?

🙈🙈🙈🙈

Aku sendiri suliiittttt rasanya mengendalikan hal itu. Tapi selama tidak merugikan orang lain, ya itu jadi tanggung jawab kita sendiri kan? Paling hanya uang tabungan yang habis. 

Tapi kalau yang namanya sudah memakai uang orang lain, menggunakan uang yang semestinya bukan haknya, seperti memakai uang arisan atau menyuruh suaminya korupsi di perusahaan itu sudah gak bisa dibiarkan.

Itu penyakit.

Penyakit yang harus kita sendiri dengan kesadaran penuh untuk bisa menahannya.

Sulit banget lah pasti rasanya liat temen2 liburan kok gue nggak. Lihat temen2 makan enak kok gue nggak. Lihat temen beli tas baru kok tas gue udah buluk.

Tapi emang kenapa?

Memangnya dengan kita gak beli tas baru, gak liburan, gak makan mahal kita jadi gak punya teman? Kalo iya ya berarti lingkungan pertemanan kita gak sehat. Boleh diganti aja nggak?

Kita semestinya bisa merasa content dengan apa yang kita jalani dan hidupi. Gak usah terlalu pusing orang mau berfikir apa. Kita mau jadi malaikat pun, pasti ada aja yang nggak suka.

Jadi ya udah. Merasa cukup aja lah dengan kehidupan kita. Kalau gak ada gak usah dipaksa ada. Usaha boleh, asal gak merugikan orang lain.

Mencoba menahan diri tapi dengan uang sendiri jauh lebih berkah kok dibanding gaya2an tapi gak halal pakai uang orang lain. Pembuktian yang paling hebat ya pembuktian ke diri kita sendiri. Bisa nggak kita merasa bahagia dengan apa adanya kita?

Kukira begitu.

Posted in Uncategorized

Bye Ramadhan 2016


Usualy, I’m not that into Ramadhan. Entah kenapa semakin dewasa, rasa2nya keterikatan dengan Ramadhan kok semakin jauh.. Beda ketika waktu kecil yang rasanya menunggu2 sekali bulan Ramadhan tiba.

Dengar anak2 keliling membangunkan orang sahur, main bersama2 di tempat lapang sambil menunggu pagi, taraweh dan tadarus bersama2.. Seruuuuu sekali rasanya.. Seru mainnya hehe.. Tapi memang itu cuma ada pada saat Ramadhan jadi rindu sekali suasananya.

Semakin dewasa rasa rindu itu mulai hilang dan berganti dengan rasa yang biasa saja. Mungkin karena gak ada tradisi yang ditunggu seperti ketika waktu kecil. Mungkin..

Sampai tiba di akhir Ramadhan 2016….

Aku baru mikir.

Baru terasa.

Baru kehilangan.

Aku baru sadar bahwa Ramadhan itu bulan yang membawa berjuta kebaikan. 

Amal dan sedekah gak pakai mikir.

Kegiatan sosial dimana2.

Panti asuhan banyak didatangi orang.

Orang miskin banyak dapat santunan.

Banyak yang bagi2 makanan.

Silaturahmi dengan teman2 yang gak pernah kita temui lagi. Mau teman sd, smp, sma, teman ketemu gede dst. Pokoknya cuma ketemu ya pas Ramadhan aja dalam acara buka bersama. 

Belum lagi ibadah yang katanya imbalannya berkali2 lipat pahalanya..

Masya Allah baiknya Tuhaaaaaan 😍

Banyak yang dapat THR sehingga bisa beramal lebih banyak lagiii.. Bisa beli keperluan2 yang biasanya perlu uang sejumlah besar.. Bisa untuk liburaaan dll dll dll

Belum lagi tetangga, teman dekat dan sahabat yang saling mengirimkan hantaran parcel atau sekedar makanan berbuka atau kue2 lebaran.. Aaah aku suka sekali hadiaaaah ❤️❤️


Terimakasih banyak teman2 tersayang for your thoughtful gift.. Terimakasih Tuhan yang sudah menyadarkan aku  bahwa Ramadhan adalah bulan yang begitu indah dan istimewa.

Aku gak menyangka that i miss Ramadhan already 😦

Sekarang aku mengerti mengapa banyak orang menulis “semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan”. Amiin.. Amiin amiin ya rabbal alamiin 😍

Posted in Uncategorized

Pertanyaan yang ‘diharamkan’ saat lebaran

Sudahkah ramai di timeline social mediamu mengenai tata cara bertanya saat silaturahmi nanti? 🙂

Aku jadi kepikiran.

Mungkin memang melelahkan sih dikomentari hal yang kita perjuangkan mati2an tapi belum terlihat membuahkan hasil seperti menguruskan badan (kenapa harus kurus?) atau menumbuhkan janin dalam rahim (well, hmm).

KALAU EMANG BELUM DIKASIH TUHAN TERUS GUE BISA APA??

Hmm.. Tapi kupikir2, apa kita bisa melarang orang untuk tidak bertanya?

Apa kita bisa mengatur orang harus tanya apa?

Apa kita bisa mengontrol orang lain apa yang harus mereka lakukan dan tidak boleh dilakukan?

Sepertinya satu2nya hal yang bisa kita coba kontrol adalah diri kita sendiri. Kewarasan kita, ketenangan batin dan jiwa kita.. Kalau kita merasa content dengan diri kita sendiri, feeling secure, biasanya pertanyaan2 macam itu hanya akan menjadi angin lalu.. So what? This is my own life!

Maybe at that level, we don’t get irritated easily. At that level, we could possibly laughing at our self.

“Hahaha gendutan yaaa? Iya nihh abis aku suka banget makan gimana doongg.. Apalagi di bawah kantor gue ada restoran double hamburger yang enaaaak banget.. Bisa hampir tiap hari gue makan haha cobain deh enak banget.. Gileee burgernya tuh gede banget boookk. Yuk bareng yuk kapan?”

I don’t know, maybe it’s not that easy. Just my two cents. I just thought maybe cuek and being content are the best two options. 

Maybe.

Posted in Uncategorized

Keberagaman


I think i need to post this 😍

Weekend lalu, kami berbuka puasa bersama teman2 dekat Anelka yang sejak bayi sering bermain bersama-sama.

Sering banget main, sering banget ketemuan, sering sekali makan bareng, tapi rasa2nya baru kali ini yang mereka benar2 berdoa bareng2 sebelum makan dan ‘berdiskusi’ singkat.

Buatku, saat kemarin itu mengharukan. Mereka saling menghargai, tidak menyalahkan, tidak merasa cara berdoa yang dilakukannya yang paling benar.

Mereka mengerti bahwa masing2 orang mempunyai cara masing2 untuk berdoa. Yang terpenting sehabis berdoa mereka bisa berlomba memperebutkan juara pertama yang paling dulu habis.

Cara berdoa tidak penting, yang penting semua sudah berdoa sudah cukup. Itu saja.

Kalau saja orang dewasa bisa berfikir sesimple mereka. Lakum dinukum waliyadin 🙂