melahirkan, My story, Preggos

New year, New life.. Proses persalinan yang ketiga.

31 Desember 2017

09:12
Baru aja aku posting di Path tentang summary 2017 yang bizarre buat aku dikarenakan kehamilan ini. Disambung cerita bahwa semalam (30 Desember 2017) perlengkapan untuk calon anak bayi baru dilengkapi dan hanya tinggal packing yang belum. Aku tulis juga mengenai perasaanku di kehamilan ketiga di link ini.

15:00
Pipis ke kamar mandi dan ngeliat ada flek di celana dalam tapi sudah kering. Mungkin sejak jam 2? Gak tau juga kapan pastinya..

18:15
Jalan sore setelah maghrib kira2 sekitar 20 menit dari yang seharusnya 30 menit karena aku merasa cukup dan harus menyimpan tenaga 😂

19:59
Mau mandi dan lihat ada lendir darah. Sepengalaman aku ketika Anelka, lendir darah keluar itu aku bukaan 2. SMS dr.Ridwan, baiknya gimana karena jalanan depan komplek akan ditutup jam 23:00-01:00 untuk car free night menyambut tahun baru.

Beliau tanya frekuensi kontraksi, seperti ini catatan dari aplikasi. 8 kali dengan rata2 frekuensi 5-7menit. Tapi rasanya masih biasa aja dok, kubilang beliau.

*Nomor 4 durasinya salah, karena aku lupa tekan tombol stop.

20:32
Pesanan T-Bone Rib Eye dari Go-food datang dan aku memutuskan mau makan dulu dan mesti daging untuk nambah tenaga. Gak tau tenaga apa, i think i just followed what my body try to tell me. Sambil minta mas Anvid packing karena kami memang belum packing sama sekali.

Selanjutnya
Cek hotel sekitar Ampera. Apa ada yang kosong untuk anak2 bermalam. Atau sebaiknya anak2 di rumah aja? Sambil mandi sambil mikir sambil tetap tekan2 tombol aplikasi kontraksi.

Akhirnya milih anak2 di rumah aja, dan kami memutuskan mau tidurin anak2 dulu sebelum berangkat ke rumah sakit.

Tekan2 tombol kontraksi gak lepas dan dapat notifikasi seperti ini 3x dan 2x.

Bisa dilihat jamnya. Semakin malam semakin intens jadi aplikasi juga ikutan tegang 😂

Iya, panggil ambulans! 😅

Gak lama setelah peringatan ini yang kedua kali di jam 23:02, kami memutuskan, oke berangkat sekarang. Pamit dan minta doain sama Anelka yang belum sempat tidur karena ikutan cemas, rapih2 yang belum sempat masuk koper, berangkat.

23:16
Sampai depan komplek rumah yang beneran sudah ramai orang dan kendaraan numpuk. Liat maps, cari jalan memutar yang gak terlalu padat.

23:40
Ketawa2 bahas soal ambulans di jeda kontraksi (kali ini udah gak hitung kontraksi lagi karena udah yakin kalau semakin intens dan kuat). “Suruh panggil ambulans? Mana ada di sini orang kontraksi pake ambulans ke rumah sakit.. Emangnya di luar negri? Sedetik kemudian, kami belok memasuki gerbang tol dan melihat ambulans berhenti tepat di depan gerbang setelah bayar, menyalakan hazzard, supir di luar mobil.

Mendekati palang untuk tap kartu tol, supir itu masuk ke dalam ambulans dan menjalankan mobilnya sehingga persis tepat di depan kami dekat sekali. Ketika terbaca tulisannya “Ambulance Kemang Medical Care” haaaaahhh?? Ambulans KMC? Di Bekasi?

Lagi bahas ambulans kok ada ambulans? Terus kok kebetulan banget ambulansnya KMC? Kok bisa pas gitu? 😅 Buat kami sih lucu, jadi ketawa2 berdua gak jelas, tentu aja di sela jeda kontraksi 😂

1 Januari 2018
00:00 HAPPY NEW YEAR!!

Sekitar jam segitu kurang lebih kami sudah sampai toll jorr di daerah Pasar Minggu. Langit malam tahun baru yang indaaaah sekali.. Terang, tol sepi, langit beradu bermandikan cahaya warna warni 😍

Sayangnya, aku pas lagi kontraksi, jadi gak bisa ambil video/foto yang pas.. Dan kulihat jam kontraksi sudah berjarak antara 1-2menit sekali.

Sekitar 00:05
Keluar jorr menuju Ampera, lampu merah. Ajaibnya lampu berubah hijau 2 detik di lampu merah pertama sampai mobilku lewat kemudian berubah merah lagi.

Di lampu merah kedua juga merah. Tapi berubah hijau 1 detik sampai mobilku lewat kemudian langsung merah lagi. Jadi mobil belakangku tetap berhenti gak ikutan lewat.

Mejiiiiikk 😂 Aku sama mas Anvid sampe bengong, liat2an, trus heboh ngebahas sambil ketawa2 merasa gak percaya. Kok kayak film yang traffic lightnya dihack gitu bisa berubah buat kita doang. Tuhan pasti lagi bercanda 😍

00:08
Sampai KMC. Untungnya langsung dapat parkir depan pintu persis. Turun mobil pas kontraksi. Diem dulu sambil nafas pegangan pintu mobil.. Baru jalan masuk ke rumah sakit dihiasi suara jedar jedor kembang api dari segala penjuru.

Alhamdulillah bisa sampai sini. Aku sampai sudah menyiapkan handuk serta kain2 di mobil just in case harus lahiran di jalan. I knew it’s gotta be super quick. Tapi Tuhan baik, mengizinkan kami sampai ke KMC.

Menuju lift, dikejar satpam ditanya mau apa? Mas Anvid bilang, ini mau melahirkan. Aku bilang nggaaak, belum tentu pak 😅

Masuk lift, ketemu suster bawa kursi roda dan tempat tidur bayi. Mas Anvid tanya, mau duduk di kursi roda? Gak usah, jawabku. Lift sempat turun ke basement dan naik lagi ke atas. Selama di lift yang hanya di lantai 2 aku udah kontraksi 2 kali sambil nafas dan pegangan mas Anvid.

Sampai lantai 2 ruang bersalin ditanya suster. Ada apa ya? Ini udah mau melahirkan, Sus, kata mas Anvid. Susternya dengan santainya tanya memangnya sudah kontraksi? Udah dari tadii.. Kemudian memepersilahkan kami menunggu di ruangan obervasi. Kasur yang sama ketika waktu Anelka dan Ameesha.

00:13
Sampai di ruangan, aku langsung SMS dr Ridwan yang sedang cuti dan berada di Bogor. “Dok, aku udah di KMC lho”.

Setelah itu aku menuju tempat yang kutunggu2, toilet! Ini yang paling ngeri dan aku tahan2 sejak masih di rumah. Sepengalamanku dengan 2 persalinan sebelumnya, pipis itu membantu kontraksi. Sehabis pipis pasti kontraksi datang dan biasanya lebih kuat. Aku bisa pipis berkali kali kali mendekati persalinan yang bikin aku bolak balik kamar mandi.

Di rumah tadi, aku gak berani pipis. Tahan sebisa mungkin, di kasur sebanyak mungkin, biar gak nambah bukaan dan mengulur waktu persalinan. Gak tau berguna atau nggak, tapi itu yang aku percaya. Jadi aku cuma pipis 1x di rumah dan 1x di mobil pakai tempat pipis duduknya Ameesha karena rasanya sudah menganggu.

Lega sekali akhirnya sudah sampai di rumah sakit dan bisa pipis sesuka hati.

Setelah pipis, aku duduk di kasur sambil kontraksi dan nunggu suster kok gak dateng2 ngecek tapi kedengeran suaranya lagi ngobrol di luar.

“Yang, tolong tanyain dong ini kok aku gak diperiksa2 nunggu apa ya?” Karena aku merasa kontraksi makin kuat tapi kok dicuekin 😂 Mas Anvid ke luar dan bertanya persis seperti yang kuminta. Dan entah kenapa tiap suster masuk kamar, aku lagi jeda kontraksinya.

“Iya bu? Memangnya udah terasa mau ngeden?”

“Belum sihh..”

“Yaudah kalau gitu saya ctg dulu ya, tunggu sebentar”

Tapi kok gak masuk2 juga itu suster. Secara detik mungkin memang baru sebentar, tapi buat aku yang sedang kontraksi terasa lamaaaaa sekali..

Sampai tahu2, duaaaaarrr…. Ketuban pecah.

Mas Anvid langsung ke luar untuk lapor suster. Baru setelahnya suster bergegas bolak balik mondar mandir. Cek bukaan katanya bukaan 7 tapi aku gak percaya. Minimal 8 biasanya kalau ketuban pecah begitu.

00:24
Hitungan menit atau detik setelahnya, di ruangan yang sama dan bukan di ruangan bersalin, hanya dibantu suster dan bidan, gak pakai angkat kaki atau aba2 ngeden, keluar dengan syahdunya… Angkasa Raya E, berat 3235gr, panjang 49cm dengan sehat selamat sempurna tanpa dijahit pula ibunya, Alhamdulillah..

Lucu kalau dengar percakapan suster dan bidan2 di saat2 genting. Bahkan ketika sudah hampir lahir dan kepala sudah di luar, cuma ada 1 yang pegangin terus dia teriak panggil temannya “mawar (bukan nama sebenarnya) sini deh pegangin dulu nih pegangin…” Keluar dengan sendirinya deh gitu dengan licin2 tali pusatnya aku terasa 😂

00:26
SMS ke dokter Ridwan kasih kabar udah lahir 😂 Gak tau kenapa rajin amat ya aku sms dan kok kepikiran gitu 😅 Mungkin karena sebel ditinggal dokternya cuti dan sms setelahnya juga ngomel dokternya gak ada 😂😂

Baru kali ini lahiran berdua mas Anvid aja dan berasa santaiiii banget. Happy, ketawa2 dan berasa ringan aja rasanya. Lahiran sebelumnya juga alhamdulillah mudah dan gak lama prosesnya tapi ditemenin mamah dan kadar santainya masih di bawah yang sekarang.

11:35
Dokter Ahmad pengganti dr.Ridwan udah mengizinkan aku pulang ke rumah. Iya, belum juga 12jam pasca lahiran 😅 Sepagian sudah divisit dokter jaga, dokter anak, dokter laktasi, semua sudah oke.

11:37
Sms dr.Ridwan nanya kemungkinan pulang tapi gak dikasih 😅 Diminta tunggu sampai 24jam takut ada pendarahan atau kalau ada apa-apa.

Terima kasih, Tuhan, telah mengizinkan kami melalui semua ini. Terima kasih telah membimbing dan memberi kekuatan yang melampaui batas. Aku gak akan setenang dan sekuat itu tanpa seizin-Mu. Alhamdulillah dan terima kasih. Tapi tolong jadikan ini kehamilan terakhir aku ya, please… please please please..

AMIIN……

(Tolong teman2 bantu aminkan, ya..)

Updated 6 Januari

Kepikiran terus sejak semalam akan postingan yang kurang. Berkali2 bercerita sejak awal tapi malah gak ditulis di sini. Aku tambahkan sebagai pengingat memori kelak.

Terima kasih juga ibu persembahkan untuk Angkasa 🙂
Terima kasih telah bertahan dalam rahim ibu meski minim interaksi.
Terima kasih telah sangat mengerti untuk memulai kontraksi setelah perlengkapanmu terlengkapi.
Terima kasih untuk bersabar sampai waktunya ibu tiba di rumah sakit.
Terima kasih tidak memberikan rasa sakit yang teramat sangat.
Terima kasih telah bekerjasama bersama ibu dalam proses persalinan yang mudah dan indah.
Terima kasih banyak ya, nak..
Terima kasih meski ibu sempat ragu dengan kahidaranmu tapi kamu tetap mengizinkan ibu merasakan proses yang demikian.
Terima kasih telah hadir di tanggal yang sama seperti kelahiran kakekmu. Berarti mas Anelka sama dengan eyang papah dan kamu sama dengan eyang kakung.

Tuhan begitu mengerti sehingga mengahdirkannya lewat kamu.
Terima kasih ya, Angkasa. Ibu sangat menyayangimu :*

Advertisements

6 thoughts on “New year, New life.. Proses persalinan yang ketiga.”

  1. Congratz mba, Tahun Baru dapat Berkat Baru. Semoga selalu diberi kesehatan bersama anak2 dan suami juga. Btw, baru tau kalau ternyata ada aplikasi kontraksi gitu ya..lucu juga hihi, bisa nih untuk persiapan yang ke-dua nantinya..nantiiii hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s