Uncategorized

3rd Pregnancy

Tik tok tik tok tik tok…

Super stress karena setelah semalam berhubungan, paginya baru ngeh kalau ternyata sedang dalam masa subur!! 😭

Kayak gimana sih tanda masa subur itu? Bisa baca di link ini. Aku selalu ngehnya lendir transparan itu yang seperti putih telur.

Langsung minta si mbak ke apotek buat beli obat kontrasepsi darurat, tapi cari ke 3 apotek stoknya kosong. Gak lapor mas Anvid karena paginya dia ada bisnis trip ke luar. Kupikir, yaudah lah kalo gak ada obatnya masa iya sih langsung jadi? –> ini ternyata pikiran paling ngawur yang super ngegampangin πŸ™ˆ As expected bulan depan, test pack positif!

Aaaaaaaakkkkkk…

Stres masing2. Saling gak ngobrol sama mas Anvid selama 3 hari. Sebel marah kecewa sedih merasa bodoh takut deg2an semua campur jadi satu. Perasaan ini mungkin gak dirasain semua orang. Tapi buat kami, punya anak lagi itu beraaaaatt…

Semua udah direncanain untuk 2 anak.

Rencana ke depan udah macam2.

Mau ngapain, ngerjain apa, beli apa, ini itu semua angan seakan buyar begitu liat test pack positif yang ketiga kalinya.

Tapi ya seperti ungkapan, manusia berencana Tuhan menentukan. Meski berhubungan di masa subur kalau Tuhan tidak menghendaki terjadi pembuahan juga pasti tidak terjadi. Tuhan mungkin punya rencana lain.

What choice do we have? Aborsi kok kayaknya tega amat sama anak sendiri.. Dengan pasrah dan berserah akhirnya we decided to keep this baby.. Meski masih merasa ketakutan, tapi perlahan aku mecoba berdamai dengan diri sendiri.

Dan butuh waktu lamaaaaaa sekali.

Kehamilan ini bikin aku enggan ngomong sama orang. Enggan ditanya, enggan dibahas, enggan diselamati. Tapi gimanapun kita gak bisa kontrol apa yang akan diucapkan orang. Anggap saja itu sebuah kepedulian. Yang bisa kita kontrol adalah mindset kita sendiri untuk merespon ungkapan2 kepedulian orang2 itu.

Kalau lihat socmed aku, gak ada aku posting acara buka puasa atau halal bihalal satupun. Karena memang gak ada yang aku datangi πŸ™ˆ

Tolong, ini bukan tentang aku tidak bersyukur dimudahkan untuk hamil sedangkan banyak orang mencoba bertahun2 namun masih gagal. Ini bukan tentang mereka. Ini tentang aku, kehamilan, dan ketakutanku. Yang merasa seperti aku juga banyak.

Temanku yang mengerti biasanya menenangkan, nanya ingin diselamati tidak? Atau sekedar memberikan telinganya jikalau aku ingin berkeluh kesah. Jangan sampai aku jadi depresi karena ketakutanku sendiri. Depresi karena perasaanku diremehkan oleh persepsi orang lain.

Mendekati waktu lahiran, aku sadar aku belum beli apa2 sama sekali.. Mau bagaimanapun juga, ini bayi adalah tanggung jawab aku sebagai penyedia rahim. Gimanapun juga aku harus beli perlengkapan keperluannya. Akhirnya imbex adalah kali pertama aku beli perlengkapan untuk dia.

Perlahan aku semakin meyakinkan diriku kalau aku (kami) akan baik2 saja. Perlahan aku merasa semangat dan excited menunggu kelahirannya. Ingin cepat2 ketemu, ingin cepat2 lahir, gak sabar liat kakak2nya main sama dia.

Perlahan aku yakin kalau Tuhan pasti akan kasih jalan. Percaya kalau Tuhan pasti memampukan dan mencukupkan kami untuk menjaga dan menghidupi 3 anak. Perlahan aku percaya bahwa anak ketiga ini akan semakin melengkapi kebahagiaan.

Seperti kelahirannya yang penuh dengan keajaiban. Aku tuturkan di postingan setelah ini ❀️

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s