Parenting, sekolah

Lagi sayang sama SVP (Sekolah Victory Plus)

Haha judulnya nggak banget ya 😜

Aku lagi senang dalam 1 hari anakku mendapat tambahan knowledge dari sekolah. I never say anak seumur Anelka belajar tambah2an sampe puluhan, nulis berlembar2 itu gak penting but i always prefer knowledge.

Tambah2an/nulis/baca itu easy things that they can always learn instantly. But knowledge? Not everybody get privilege to know something a little bit more and learn about it. Cerita tuh sebuah warisan dan harta karun yang menyenangkan. Aku selalu lebih senang mendengarkan guruku bercerita dibanding mengulang hal di buku pelajaran yang jelas2 aku bisa baca sendiri. No wonder ibu librarian di sekolah Anelka minta guru2 kelas banyak mengajar menggunakan buku cerita untuk menambah khazanah pengetahuan anak2.

Ok, back to Anelka and his story.

Jadi kemarin pulang sekolah, Anelka langsung bilang “ibu, kata pak Lutfi besok ulang tahun Nabi Muhammad”
Kayaknya dia suka dan dengerin banget deh Pak Lutfi ini. Setiap minggu dia nunggu2 banget pelajaran religion sejak Pak Lutfi yang ngajar. Kupikir mungkin karena Pak Lutfi ini gemar bercerita. Anelka sebagai anak kinestetis auditori tentu aja senang sekali mendengarkan cerita. Dia bilang udah ada 3 cerita dari Pak Lutfi tentang nabi Muhammad.

Malamnya sebelum tidur, out of nowhere dia cerita kenapa besok (hari ini) libur. Hari ini Maulid Nabi dan dia bercerita tentang lahirnya Nabi dan peristiwa singkat tentang Tahun Gajah, tahun kelahiran Nabi dan juga terjadinya perang menunggangi gajah yang ingin menghancurkan Ka’bah.

Ahhh iya, malah aku belum pernah menceritakannya ke Anelka 🙈

Kemudian ada satu lagi.

Pulang sekolah kemarin kami mampir ke library sekolah. Sebenarnya jadwal ke library dan meminjam buku untuk kelas Anelka itu Selasa. Tapi karena Selasa dia sakit dan tidak masuk, maka dia minta tukar pinjam buku yang sebelumnya kemarin.

Di library kami bertemu dengan librarian favorit, ibu Any. Melihat Anelka membawa buku dr.Seuss lantas bu Any menceritakan singkat tentang dr.Seuss.

“Do you know that dr.seuss it’s not a real doctor? He’s a soldier. An Army”

Bu Any juga cerita kalau dr.Seuss mungkin bukan nama sebenarnya dan hanya nama samaran, nama pena. Beliau menulis pada saat perang. Maka beresiko bila dia sampai ketahuan nama aslinya. Bisa ditangkap oleh tentara Nazi. Tulisan2nya juga berbau politis dan kejadian saat itu.

Waaah Anelka langsung tertarik banget dan gak berhenti nanya sejak masuk mobil, di rumah, sampai ayahnya pulang juga ditodong cerita dan pertanyaan tentang Perang Dunia II dan Nazi.

Awal Anelka tergila2 dr.Seuss aku udah sempat googling singkat tentang biodatanya, kapan lahir dan meninggalnya. But i missed the story that bu Any tell us. Kemudian aku jadi googling and yes, he is a political cartoonist, a writer, an illustrator. Dia banyak menulis menggunakan majas2 dan personafikasi mungkin karena pada waktu itu gak gampang untuk bersuara gamblang.

Salah satu quote terkenal “a person is a person no matter how small” dari buku Horton Hears a Who ternyata ditulis untuk temannya di Jepang setelah kejadian atomic bomb di Hiroshima 😱 Kupikir tadinya mau kasih pesan biasa aja ternyata lebih dalam lagi maknanya. Keren banget 😭😭😭 Langsung ngefans seketika sama dr.Seuss.

No wonder karyanya terkenal bangettt dan salah satu buku cerita terajaib yang pernah kubaca. Imaginatif dan jenius sekali ❤️ Masih banyak cerita dan jasa2 dr.Seuss di bidang pendidikan di kala itu. Bisa googling sendiri or maybe you can read this link.

May God bless his soul.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s