Uncategorized

Pelakor. Ketika perempuan seringkali lebih disalahkan.

Sebenernya agak males komentar tentang kasus ini and this is really none of my business 🙈

But something quite disturb me.

From the very first day the news got viral, everybody was mad and tell everything bad about the mistress alias Jeje Dunn. Di berbagai grup whatsapp, social media, dan di mana ada kesempatan menulis, orang pasti mencaci dia. Why the pressure is always on woman?

Wait, don’t get it wrong.

Tenang, aku sama sekali gak mendukung atau ingin membela Jedunn.. Aku cuma kepikir kenapa yaa perempuan sering kali disalahkan ketika terjadi perselingkuhan.

Plis jangan jadi mencela aku apalagi sampe nyumpahin suamiku akan berselingkuh seperti yang didoakan ke Ashanty ketika dia berkomentar “semestinya tidak usah terlalu banyak muncul ke media dan semakin menyebarkan aib keluarga“. Seumur hidupku sejak masih di kandunganpun aku sudah akrab dengan perselingkuhan and know how it feels so hold your word. My point is not that.

Yang kupikirkan adalah istilah “pelakor” yang sering dilontarkan orang. Kepanjangan dari ‘Perebut Laki Orang’. Sebenernya apa sih arti kata dari ‘merebut’ itu? Merampas dengan paksa? Kemudian apa iya seperti itu yang terjadi?

Pelaku perselingkuhan kan ada dua pihak dan terjadi atas kesadaran dua belah pihak. Apa iya Jedunn merampas pak Harris kemudian pak Harris manggut2 aja gak berdaya gitu ngikut seperti benda mati?

Seumur hidupku dengan kasus perselingkuhan yang ada di sekitar, 90% karena laki2 di sekitarku tuh yang brengsek. Ada juga sih ungkapan “kucing dikasih ikan siapa yang nolak” tapi yang pakai perumpamaan itu mungkin lupa kalau laki2 adalah manusia dewasa berotak dan bukan kucing. Yang seharusnya bisa berfikir dan menjaga rumah tangganya sesuai janji pernikahannya di hadapan Tuhan. Masa iya disamain sama kucing!

Apa harapan terhadap Jedunn sedemikian tinggi? Berharap dia mengerti perasaan sesama perempuan lain dengan tidak mendekati suami orang lain sehingga ketika dia melakukannya lantas orang2 (yang tidak dikenal dan tidak ada hubungannya) berhak untuk mengata2i dan mencaci dia setengah mati?

Dia memang tidak melakukan hal yang baik tapi hal yang sama dengan Pak Harris bukan? Karena mereka melakukannya berdua dengan kesadaran penuh.

“Kan bisa aja dipelet. Pake sesuatu deh pasti tu Jedunn!!”

How do we know?

Apa iya tau benar begitu?

Caci maki ke Pak Harris baru muncul ketika akhirnya rekaman adu mulut dengan anaknya beredar. Disertai kekerasan, siapa yang gak makin membara mengikuti ceritanya. Episode di sebuah tayangan pagi aja sampai berjilid2.. Itu pun tetap porsi perempuannya lebih besar.

“Gara2 pelakor setannn, tuh bapak sampe bisa kasar gitu sama anaknya”

As i said before, sebenernya males banget ngomentarin beginian but let’s be fair. Lelaki tuh jauh lebih brengsek dibanding perempuan gak sih? Jadi tolong kasih beban ke mereka juga untuk dihakimi serta perbuatannya juga di dunia, bukan perempuannya saja!

Trimsssss…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s