My story

Overwhelmed with JIS dan mbak2 penumpang kereta

Lagi jemput dan nungguin mas Anvid di parkiran. Apalagi dong yang bisa dilakuin selain buka sosial media? πŸ™‚

Tapi bener2 lagi overwhelmed banget sama Twitter dan Path apalagi.. Sebagian besar orang dari tiap circle yang beda posting tentang hal serupa, komen mirip2.. Tentang JIS dan lack empathy dari mbak2 penumpang kereta. Kalau udah begini, Instagram is my only escapade. Ada sisi indah dari kehidupan yang bisa mengimbangi bertubinya berita yang bikin stress.

Karena buat aku, somehow that could be exhausting.
Dua isu sensitif yang melelahkan emosional banget bacanya..

Hari ini si mbak2 penumpang kereta hits banget. Semua orang ikutan mencaci dan mencerca. Baca semua makian dan doa buruk rupa di saat bersamaan itu melelahkan.

Untungnya grupku yang aktif cuma 1 dengan isi hanya 4 orang dan hari ini sepi gak ikutan bahas dan aku pergi seharian jadi aku gak terlalu stress mantengin berita itu seharian :))

Bukannya gak mau ikutan nyela, tapi karena udah kecapekan duluan bacanya ditambah joke2 meme, i guess that’s too much for me.

Emang banyak banget sih orang yang lack of empathy nowadays. Ada ibu hamil berdiri, pura2 baca koran. Ada nenek2 berdiri, pura2 tidur. Taraf hidup rendah dengan tingkat stress tinggi emang cenderung bikin orang gak peduli dengan orang lain.

Tapi temenku pengguna TransJakarta pernah cerita ada beberapa ibu2 yang suka pura2 hamil palsu dengan perut disumpel agar dapat tempat duduk dan dia bersama penumpang lain emang pernah ngegap-in.
Jadi emang selalu ada 2 sides in every story.

Ditambah kepikiran; itu siapa sih temen Pathnya yang tega captured dan sebar2? Path diprivate kan karena ada alasannya hehe hehe hehe
Mengutip twitt @tlvi, “Semua orang pasti punya pikiran brengsek; bedanya yang ditulis di socmed sama yang gak” :))

Lalu dengan pemberitaan JIS 3 hari berturut2, aku kadang pilih tutup dulu sosial medianya.. Lalu tengah malam kalau sudah mereda, baru cari berita sendiri. Dengan mengontrol begitu, aku merasa lebih waras πŸ˜€

Aku tau semua teman2 posting hal yang sama pasti tujuannya baik. Untuk awareness dan kepedulian sesama orang tua. Tapi aku malah stres bacanya. Karena bertubi2 lagi dan lagi.. Jadi malah mikir panjang nanti Anelka gimana.. Aku mesti gimana? Apa aku perlu dateng ke SVP? Dirumah yang jaga mesti gimana? Disertai ketakutan2 lain. Precaution sama kepikiran gak jelas kan beda ya..

Jadi kalau sudah begitu, aku memilih menjauh dulu sampai reda. Sampai aku merasa siap untuk cari tahu sendiri sesuai kadar yang aku mampu πŸ™‚

Barusan baca2 singkat, dan aku dapat link ini http://m.kompasiana.com/post/read/649406/2/a-letter-to-ak-our-little-hero-from-jis.html

Surat untuk AK, our little hero from JIS! :’)

Be strong, little man. You will always be in our thoughts and prayers :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s