Posted in ASI

Menyapih tanpa perih

image

Aku nggak pernah nyangka, ternyata semudah itu menyapih Anelka. Alhamdulillah..
Kupikir karena aku gak kerja, Anelka sama aku terus, akan susah banget lepasnya..

Soalnya banyak banget bahasan “weaning with love”, “menyapih dengan cinta”, “cara2 menyapih” danlainlain yang sejenis. Nggak tau kenapa aku gak pernah pengen baca. Mungkin dulu merasa belum waktunya..

Sering dengar cerita orang atau gak sengaja baca blog yang sedikit bercerita tentang menyapih. Rata2 yang kudengar cerita sedih.. Sedih udah gak menyusui lagi.. Sedih anaknya nangis2 gak mau disapih.. Sedih ibunya merasa nggak siap mental.. fiuhhh siap siap…

Setelah melakukannya ternyata, aku nggak sedih.
Aku senang.
Senang akhirnya Anelka masuk ke milestone selanjutnya.
Senang Anelka dan aku gak terpaksa melakukan ini.
Senang Anelka udah berhasil menyusu asi selama 2tahun kurang 1bulanan..
Senang karena gak perlu repot dan pegal2 nyusuin lagi
Senang karena kalau pergi2 bisa bebas pake baju apa aja

Aku gak takut.
Aku gak takut gak bisa meluk Anelka lagi.
Aku gak takut gak dekat dengan Anelka lagi.
Aku gak takut Anelka merasa gak membutuhkan aku lagi.
Aku gak takut Anelka gak nyariin aku lagi.

Karena aku tau Anelka gak akan berlaku begitu. Tau dari mana? I just know it πŸ™‚

Jadi aku emang udah sadar dan siap sejak awal bahwa aku akan berhenti menyusui. Tapi aku belum tau kapan, dan belum menyempatkan waktu untuk berfikir kapan..
Sampai suatu waktu, di sebuah grup membahas tentang menyapih.. Merasa terinspirasi, iseng2 aja ketika malamnya mau tidur dan Anelka minta nenen aku bilang
“mas sekarang udah nggak nenen lagi yaa.. mas minum susu aja.. mau susuu?”
“Susu? Mau.. susu sapi..”
“Iya, susu sapi.. ibu ambilin sebentar yaa.. terus mas bobo yaa”

Apaaaa susu sapiii? Anaknya anak sapi dong? Bukan lah, dia anak aku. Yang ngelahirin aku kok hehe..
Susu yang Anelka suka minum itu ada gambar sapi di kardusnya. Ya Greenfields ya Ultra..

Kemudian Anelka minum susu dan pasang posisi tidur di sampingku dan minta dinyanyiin lagu naik2 kepuncak gunung sampai dia terlelap dan itu 23x! Haha

Wauw. Aku merasa ini sebuah kebetulan. Masa gampang banget. Masa Anelka gak nangis2 kayak yang dibilang orang2.. Masa aku gak ngerasa sedih.. masa iyaa Anelka gak nyusu lagii?

Kemudian besoknya.
Bangun pagi, siang, sore, malam, setiap dia minta “ibu, nenen?” kujawab “eitsss.. kan mas udah selesai nenennya.. kan sekarang minumnya susu” terus dia langsung mau dikasih susu. Tidur malam hari kedua agak merengek sedikit tapi setelah dinyanyiin sebentar trus dia langsung tidur..

Besoknya gitu lagi, besoknya gitu juga.. Seminggu berlalu dan aku menyadari, wauww this is real! Serius? Segampang ini?

Hari ini hari ke-14 Anelka udah gak nenen. Masih sering nanyain “nenen?” sambil senyum.. tapi gak pernah beneran minta..

Ahhh aku kagum sekali…
Alhamdulillah masalah persusui ini selalu lancar meskipun susuku gak bisa dipompa..
Dari awal langsung keluar, gak bingung puting, gak pernah lecet, gak berdarah, gak digigit, gak ngempeng, gak kejar2an stok karena aku gak kerja, semuanya lancar.. Alhamdulillaaaaahhh…

Yay selesai 1 tugas sebagi ibuuu :’) Terimakasih atas kerjasamanya mas Anelka sayaaangg :**
image

***
edited.

Mau nambahin soal supply asi di payudara.
Jadi memang sejak beberapa bulan terakhir, aku menyusui dari 1 payudara aja yang sebelah kiri. Jadi saat menyapih ini PRku tinggal menghentikan supply asi di 1 payudara aja.

Menurutku sih jumlah asiku nggak banyak lagi, tapi kalau Anelka menyusu ya pas aja gak pernah sampai kehabisan. Kecuali waktu puasa kemarin. Anelka sempat protes asiku habis. Nah setelah menyapih ini, aku perah sedikit asiku.. Lalu setelah 3 hari, terasa agak sakit. Kalau sakitnya sedikit aku agak cuek. Beranggapan bahwa, nanti kan tubuh tau sendiri kalau asiku gak dibutuhkan lagi dan akan menyetop produksinya.

Nah ketika agak sakit, aku perah sampai kira2 gak terlalu keras lagi, tapi juga tetap gak banyak. Pokoknya sesedikit mungkin mauku, agar produksinya lekas berhenti hehe..

Setelah seminggu, aku iseng pengen tau.. Cuma untuk pengetahuan aja kok, minta Mas Anvid menyicipi asiku (iyucchh, i know πŸ˜€ ) Katanya rasanya asin, gak seperti sebelumnya dan agak aneh. Aku lihat memang warnanya agak bening. WOW! Luar biasa banget cara tubuh ini bekerja. Semakin mengagumi Tuhan yang memang telah memikirkan segala suatu tentang ciptaannya :’)

Advertisements

2 thoughts on “Menyapih tanpa perih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s