Posted in 1 tahun, Parenting

Let them help

Kadang suka mikir.. Kenapa mas Anvid begini kenapa begitu? Kenapa aku bisa gini, mas Anvid gak bisa gitu. . Not in a bad way, cuma mikir2 aja kok bisa beda, kenapa, gimana, karena apa?

Kadang suka sebel sekaligus lucu dengan kenyataan aku lebih jago pakai dongkrak ketika ban mobil pecah di jalan.. Aku lebih bersemangat bikin pesawat2an dari kardus untuk properti ulang tahunnya Anelka.. Aku bisa bikin rak buku dari kayu sendiri.. Aku lebih handal memasang lemari bongkar pasang bahkan ketika hamil besar.. dan halhal lainnya..

Hal2 seperti itu membuatku berfikir. Kenapa ada orang yang punya inisiatif tinggi membetulkan barang rusak, ada yang cuek saja tidak melihat kerusakan itu, ada yang tau beres tinggal memanggil tukang..

Jujur, aku suka sebel kalau untuk mengganti keran bocor saja kami harus panggil tukang. That’s a very simple thing! Mestinya kan bisa dikerjain sendiri hehe hehe hehe..

Sekarang aku sudah tau jawabannya! Menurutku, menurutku lho yaa.. mungkin gak valid karena gak pakai dasar teori apa2 hehe.. Menurutku, salah satu faktornya, anak itu perlu diajarkan basic life skill untuk menunjang hidupnya. Lalu perlu diajarkan untuk peduli dan peka juga dengan keadaan sekitar.

Sesimple “aduh telur ibu habis. Padahal ibu perlu untuk bikin kue. Bisa tolong belikan ke warung gak?” , misalnya. Dengan itu mungkin anak bisa lebih peka untuk membantu dan mengerti bahwa ibunya butuh sesuatu.

Agak kaget juga mas Anvid gak pernah tau bahwa jaman dulu, tv itu ada iurannya lho.. Bayar sekian ribu rupiah untuk satu tv, dikalikan berapa tv yang ada di rumah. Berbentuk perangko tanda bukti bayarnya.
“aku kan masih kecil waktu itu, ya nggak tau lah..”
“aku kan lebih muda dari kamu, mas.. aku aja tauu..” Hihi hihi hihi

Ini aku cerita bukan untuk mendiskreditkan suamiku lho… I still love him no matter what. Kontemplasi ini dimaksudkan untuk bagaimana kami mengarahkan Anelka kelak. Karena keseharian yang kami terapkan, akan terbawa terus sampai ia dewasa. Aku berharap Anelka bisa jadi anak yang helpful.. Peduli dengan sekitarnya, tanggap gitu lah pokoknya..

Jadi kesimpulan pribadi aku, adalah….
Sebisa mungkin libatkan anak dalam kehidupan sehari2 kita.. Jangan buat batasan seolah2 mereka gak perlu tau apa yang terjadi di rumah. Ajarkan. Biarkan mereka melihat.

Aku nggak suka mind set seperti misalnya, rumah bocor, jendela lepas, keran rusak, ibu kecipratan minyak, anak gak perlu tahu.. “Udah kamu masih kecil. Sana main di kamar aja..”

Hal seperti itu sepertinya lama2 akan menumpulkan rasa sensitif dan kepekaan pada anak dan akan membuat dia menjadi anak yang ignorant kelak. Tidak peduli dengan kesusahan orang lain dan hanya memperdulikan dirinya sendiri..

Let them help! πŸ™‚

image

image

image
image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s