1 tahun, sekolah

Popay MontessoriSummer class #day1

image

Deg2an!
Soalnya Anelka demam sejak semalam. Gak rewel sih. Tetep main sana sini kayak gak lagi demam. Padahal lumayan tinggi suhunya, 38,7.
Daaan karena anaknya gak kelihatan lemas, kuputuskan tetap ke Popay.

Perlu diingat, summer class ini isinya hanya main2 yaa.. gak bertema atau bertarget seperti saat masuk sekolah biasa. Jadi materinya biasa aja.

Sampai Popay, terlambat aja doong hihi sudah kuduga. Dan keterlambatan ini berlangsung terus selama 10 hari kedepan :))

Sampai kelas, teman2nya sedang sibuk dengan prakarya masing2. Kami berkenalan singkat dengan guru2nya, lalu Anelka dikalungi name tag bertuliskan “Langit Anelka”

image
Suasana kelas ketika Anelka datang. Sibuk!

image

Prakarya hari ini, menempelkan colored rice ke atas gambar bunga. Karena Anelka terlambat, warna warni beras sudah tercampur jadi satu hihi..

Setelah selesai (punya Anelka belum tertempel beras semua sih, tapi dia maunya gitu aja), diajari untuk membereskan serpihan beras di meja.. Mereka diminta mengambil sapu dan pengki di tempatnya, bersih2 meja, lalu mengembalikan sapu tadi ke tempatnya.

image

Setelah bersih semua, anak2 kecil ini diminta duduk di lingkaran biru untuk bernyanyi dan menari bersana.
Anelka sempat nggak mau sih, dia pilih melihat ikan di dalam aquarium yang berada di luar kelas πŸ˜€

image

Setelah kubujuk, akhirnya dia mau mendatangi lingkaran biru tapi nggak lama.. lebih tertarik keliling kelas..oh masss :p

image

Setelah nyanyi2 dan joget singkat, mereka bermain permainan umm apa yaa namanya? Yang kalau musik berhenti, langsung rebutan kursi itu lhooo..
Anelka gak mau ikutan muter2in dan rebutan kurssi.. dia malah menarik kursi sendiri hihi..
Pinter amat sih, mas.. kursi banyak ngapain rebutan yaa? :’)

image

image

Kegiatan selanjutnya, story telling! Aakk Anelka juga cuma bertahan sebentar aja dengerinya :)) oh well..

image

Sekian pengalaman ke sekolah hari ini…

Gimana kesaannyaaa?
Honestly,Β  i’m not happy 😦
Lho kok pendapat ibunya?
Yah aku aja nggak seneng, apalagi Anelka.. Dan gimana aku bisa menghibur dia kalau aku juga gak seneng kaaan?
Perjalanan pergi, 1,5jam. Pulang 45menit. Yang diajarin di sekolah termasuk kategori biasa aja lho.. Nggak segitunya dipaksakan untuk diperjuangkan.. Masa hal gitu doang nggak ada di sekolah deket rumah sih? (Dan emang nggak ada huhu syedih) -___-
Seketika aku merasa konyol. It doesnt make sense. Kayaknya energi dan tenaga dikuras selama dalam perjalanan. Hmmm baiklah.. Sepertinya aku harus mencari sekolah dekat rumah lagi nih..

Ya nggak sihhh? :/
Let’s go!

Advertisements

2 thoughts on “Popay MontessoriSummer class #day1”

  1. Kayaknya temen anelka usianya lebih tuaa ya…. Wajar kok mbak, anak usia <2 th rentang konsentrasinya masih sangaaat pendek, dan belum mau mengikuti perintah, masih egosentris sampai usia 3 th-an, apalagi anak lelaki biasanya lebih aktif ketimbang anak perempuan yg dgn mudah "duduk manis". Seiring bertambahnya usia, nanti rentang konsentrasi akan makin baik. Makanya TK dimulai di usia 4-5 th, krn memang anak sudah mulai matang secara psikologis utk mengikuti kegiatan, aturan, dll.

    Utk usia < 3 th, sebaiknya lebih diajak ke kegiatan motorik kasar. Kegiatan motorik kasar bisa meningkatkan level konsentrasi loh… Misal dibuat permainan yg bertujuan. Contoh: naik tangga sambil bawa donat, dilanjutkan turun di perosotan lalu merangkak menuju tempat memasang donat, dipasang. Begitu seterusnya sampai donat kerucut terpasang semuanya.
    Semakin dia tahan melakukan kegiatan ini sampai selesai bahkan berulang , itu menunjukkan level ketahanan dan tingkat konsentrasi anak. Kalau konsentrasi udah bagus, mau diajarkan apa saja akan sangat mudah.

    Rajin2 aja mbak dibawa ke tempat olah motorik kasar, yg ada perosotan, mandi bola dsb… Kita setting sendiri permainan yg bertujuan. Ini yg dibutuhin anak 3 th. Kalau masih <= 3th sebaiknya tujuannya utk sosialisasi saja krn scara psikologis bukan itu yg dibutuhkan anak, jd ga perlu jauh2 dulu dan mahal2 mbak. Apalagi jadwal tidur rata2 masih 2 kali sehari, Ini menurutku yaa… Dan saran dari psikiatri anakku πŸ™‚

  2. Thank you ibu Ayu yg sudah mengikuti program summer class di Popay Montessori πŸ™‚ . di PM kegiatan belajarnya sehari2 tidak seperti summer class bu. program summer yg Anelka ikuti kemarin hanya bertujuan untuk melatih kreatifitas dan konsentrasi anak. yang saya amati selama Anelka mengikuti program summer, Anelka masih harus banyak diberikan kegiatan movement untuk balance nya dia. misalnya jalan2 di taman dengan barefoot, karena jalannya Anelka belum balance. dan juga dia butuh menstimulasi tactile nya, itu terlihat saat anelka asyik mencampur2 beads / beras di mangkuk saat arts and crafts. yang seperti itu kita jangan larang anak bu, tapi kita fasilitasi kemauan anak dengan memberikan material yg dpt memenuhi kebutuhan tactile fingersnya.

    Di montessori time anak2 dibantu oleh guru kelas untuk menstimulasi perkembangan fisik dan otaknya melalui material yang disediakan. anak2 juga bebas memilih material yang saat itu dia butuhkan. memang pada awalnya anak2 yang baru masuk ke kelas Nursery semuanya butuh proses adjusment, ya dengan lingkungan kelasnya, dengan teman2 nya, terlebih dengan guru2nya πŸ˜‰ untuk duduk diam di circle atau di kursi pasti susah.. jadi masih jalan sana sini untuk explore kemauan si anak. di PM kita tidak paksa anak untuk ikuti materi di kelas, tapi gurunya yg memfasilitasi kemauan anak yg saat itu dia butuhkan. misalnya, dia saat itu kepinginnya lihat ikan.. ya kita berikan pengalaman kepada si anak bagaimana caranya take care dengan lingkungan dengan memberi makan ikan. kita melatih anak2 untuk disiplin dan mandiri serta memperhatikan pertumbuhan emosi dan sosial si anak. semuanya butuh proses bu..

    selain itu itu juga perubahan emosi dan komunikasi dengan temannya pasti berubah. saat di museum layang2 kemarin, ibu terlihat cemas saat anelka berebut naik ke sepeda yg ada di dlm museum. Ibu tidak perlu khawatir, hal itu adalah cara Anelka berinteraksi dengan temannya, jika seperti itu, kami berikan pengertian kepada anak pentingnya share dengan teman.. culture seperti ini yg kita terapkan di PM.. jadi si anak nantinya tidak egois dan kasar kepada temannya.

    well, tapi semua pilihan tetap di tangan Ibu Ayu, saya hanya bisa bantu menjelaskan perbedaan PM dgn sekolah2 konvensional yg ada di luar. sayang lho bu, di usia Anelka yg masih ada di tahap golden age, jika salah pilih sekolah, perkembangan emosi dan sosialnya tidak maksimal jika tidak dipenuhi dengan lingkungan sekolah dan program yg tepat.

    Thank you..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s